Oleh: Surya Ummu Fahri (Pemerhati Sosial)

Malu aku malu pada semut merah
Yang berbaris di dinding
Menatapku curiga
Seakan penuh tanya
Sedang apa disana

(ambil uang rakyat jawabnya)

Begitulah gambaran kondisi saat ini. Bersumber dari https://www.detiknews.06/11/2020, Aksi KPK tetapkan 2 menteri jadi tersangka dalam rentang 2 pekan. KPK menetapkan Menteri Sosial mensos Juliari Batubara menjadi tersangka dugaan suap Bansos Corona. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga di tangkap dalam operasi tangkap tangan kasus lobster. Praktek korupsi dari hari ke hari kian bertambah.

Langganan
Rupanya kasus korupsi bagi banyak orang adalah suatu hal yang wajar. Karena untuk memperoleh jabatan tersebut pastinya mereka sudah mengeluarkan modal, sehingga saat mereka menjabat mereka akan berusaha megembalikan modal. Terbukti saat ini seperti halnya para tahanan korupsi yang lain, masih berlenggang kangkung. Meskipun di dalam penjara.

Merupakan ciri salah satu hukuman +62 yaitu ringan dan bisa diatur. Disesuaikan pula. Tampaknya itulah mengapakali ini ada 2 menteri yang ditangkap oleh KPK. Karena hukum tajam kebawah dan tumpul ke atas.

Sejatinya penangkapan korupsi dan juga hukuman pada korupsi saat ini, tidaklah menimbulkan efek jera kepada pelakunya. Sehingga meskipun dia individu yang tercatat dan tertangkap dalam tindak pidana korupsi. Ia tetap bisa beraktifitas seperti biasanya di balik Jeruji. Namun banyak pula orang-orang selain tersangka. Juga ikut melaksanakan sebuah korupsi, tidak hanya di kalangan menengah ke atas. Kalangan menengah ke bawah pun juga bisa rentan disusupi oleh korupsi.

Dalam Islam memakan hak orang lain itu tidak dibenarkan. Apalagi ini berupa uang negara yang seharusnya dipergunakan untuk mengurusi kemaslahatan rakyat. Maka tidak seharusnya, bagi seorang muslim memakan hak orang lain. Solusi untuk pencurian dalam islam adalah hitung secara nisab. Namun jika itu adalah berkaitan dengan negara maka hukuman yang pantas adalah hukuman yang bersifat jera. Sehingga para pejabat tidak akan mungkin melakukan korupsi.

Selain itu dalam Islam, mereka yang memegang jabatan adalah mereka yang percaya bahwa ada ada dua malaikat yang mencatat amal ibadahnya di setiap kali mereka beraktivitas termasuk menjalankan amanah untuk rakyatnya. Maka seharusnya dan semestinya para pejabat merasakan bahwa Allah melihat setiap tindak tanduknya.

Di ibaratkan sepandai apapun menyimpan bangkai maka aromanya akan tercium juga. Seperti apapun keburukan dari sebuah sistem maka keburukannya pasti akan terbongkar juga. Termasuk pula dengan korupsi pada sistem demokrasi.

Semoga dengan tertangkapnya tersangka korupsi ini akan membuat masyarakat paham bahwa selama hukum yang ada dan sistem yang digunakan bukanlah bersumber dari Islam, akan tetap menimbulkan celah dan menyuburkan korupsi. Maka sebagai kaum muslimin kita wajib ikut serta dan mendukung perjuangan untuk melanjutkan kembali kehidupan islam. Agar setelah hancurnya sistem yang tidak sesuai dengan fitrah kita, maka yang berdiri adalah sistem Islam. Sistem yang akan menjadikan islam sebagai rahmatan lil ‘alamin

Wallahu A’lam Bishawab