Oleh : Desti Ummu Hamzah

“Prihatin, 70 orang calon kepala daerah terinfeksi Covid-19, 4 orang diantaranya meninggal dunia,” unggah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva, melalui akun media sosial twitter @hamdanzoelva, Jumat (27/11/2020). (Bisnis.com, 28/11/2020)

Pelaksanaan Pilkada di tahun 2020 ini memang menjadi polemik. Karena berada dalam situasi pandemik Covid-19. Rangkaian kampanye yang berpotensi besar dalam penyebaran Covid-19 tidak akan terelakkan. Terbukti dari mulai calon Kepala Daerah hingga penyelenggara Pemilu pun terinfeksi virus Covid-19.

Demi kekuasaan, layakkah pengorbanan itu dilakukan? Meskipun nyawa taruhannya?
Sebesar itulah kepentingan dalam rezim Kapitalis ini untuk sebuah kekuasaan. Tak ada lagi yang bisa menghalangi. Sekalipun penuh resiko dan mempertaruhkan nyawa banyak orang, Pilkada tetap dilaksanakan.

Dalam Islam, seorang pemimpin dibai’at karena sudah terbukti kejujurannya, amanahnya, terpercaya, dan kecerdasannya. Tak perlu ada kampanye yang menghabiskan uang, apalagi mengorbankan nyawa sekalipun. Wallahu a’lam bushawab.