Oleh: Viki N. Muswahida, S.Pd (Praktisi Pendidikan)

Spesies Komodo adalah seekor kadal terbesar dan terberat di dunia. Fosil komodo menunjukkan bahwa spesies ini ada sejak jutaan tahun lalu. Saat ini, hewan terbesar ini hanya dapat ditemukan di Pulau Rinca, Indonesia. Hal ini adalah suatu kebanggaan bagi penduduk di sekitar pulau ini karena memiliki situs yang termasuk daftar keajaiban dunia. Spesies komodo hidup, tumbuh, dan berkembang biak di habitat alami, yang jauh dari pengembangan proyek. Namun, pemerintah baru-baru ini memulai pembangunan di Pulau Rinca untuk mengadakan kawasan wisata eksklusif atau wisata premiyn dengan menggelontorkan anggaran Rp. 69,96 M dengan dalih perhelatan KTT 20 dan ASEAN Summit. Kawasan yang jelas adalah wilayah konservasi malah diubah menjadi lahan investasi.
.
Pro kontra pembangunan destinasi wisata di Pulau Rinca, NTT terus digencarkan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah akan tetap mempromosikan pariwisata komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia meyakinkan, pembangunan yang dilakukan di destinasi pariwisata tersebut dilakukan untuk bisa menjaga keberlangsungan hewan langka tersebut.
“Komodo ini satu-satunya di dunia jadi kita harus jual,” tegas Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat, 27 November 2020. (Galamedia.pikiran-rakyat.com. 27/11/2020)
.
Pembangunan pariwisata di Pulau Rinca dinyatakan telah mendapatkan izin Lingkungan Hidup terhadap kegiatan Penataan Kawasan Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat telah terbit pada 4 September 2020 berdasarkan Peraturan Menteri LHK No 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup yang telah memperhatikan dampak pembangunan terhadap habitat dan perilaku komodo. (Liputan6.com,28/10/2020)
.
Habitat alami komodo di duga akan terusik dengan adanya pembangunan pariwisata di tempat tersebut, mulai dari pembongkaran, pengangkatan dan pembuangan puing-puing, benteng untuk pembangunan, pengadaan sanitasi dan pembuangan sampah, bunyi alat berat yang sedang membongkar bangunan terdengar asing oleh spesies komodo. Seperti contoh viralnya foto di dumay yang memperlihatkan seekor komodo sedang menghadang truk yang akan melakukan pembangunan di pulau itu.
.
Tagar save komodo telah menjadi trending di sosial media. Penduduk di sekitar pulau Rinca juga khawatir akan keberlangsungan hidup komodo nantinya. Bagaimana tidak, jika nantinya ekologi di pulau itu di dominasi dengan bangunan dan mayoritas dihuni oleh manusia. Reproduksi komodo juga akan terancam punah dikarenakan habitat alaminya dipersempit.

KOMERSIALISASI PULAU RINCA

Pertanyaannya, apakah proyek destinasi pariwisata yang di gelontorkan dana sekitar Rp. 69T sudah benar-benar dengan pengkajian yang matang dan memperhatikan pembangunan berbasis kearifan lokal?
Karena habitat alami komodo sejatinya adalah karunia dari Allah Sang Maha Kuasa untuk spesies kodomo. Dampak jika habitat fauna terganggu, misal dengan adanya pengalihan fungsi lahan menjadi bangunan, maka akan terjadi kepunahan spesies fauna tersebut. Walhasil, proyek yang di gadang akan memberikan komersil tinggi, justru akan berdampak pada spesies komodo yang terancam punah, padahal ini adalah kekayaan alam terbesar yang Allah berikan dan hanya satu-satunya di dunia ini.
.
Sistem kapitalis yang mengakibatkan ketamakan dan kerakusan untuk selalu menilai sesuatu dengan uang tanpa memperhatikan dampak menengah dan dampak panjang dari proyek yang dikembangkan. Demi mendapatkan keuntungan, segala hal di eksploitasi besar-besaran.
.
Sistem Demokrasi yang diagung-agungkan dengan 4 kebebasannya, salah satunya yakni kebebasan kepemilikan. Mengakibatkan terjadinya liberalisasi SDA oleh para kapital. Liberalisasi SDA yang seharusnya adalah milik rakyat justru atas dasar ide kebebasan kepemilikan mengakibatkan SDA boleh dikelola oleh swasta atau asing. Sistem demokrasi kapitalisme membuktikan pengelolaan sumber daya alam tidak akan membawa kebaikan sedikitpun untuk rakyat dan lingkungan, kecuali hanya untuk para pemilik modal.

KEMBALI PADA HUKUM ISLAM

Allah berfirman dalam (QS. Al-Maidah:50), yang artinya: ” Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”.
.
Sistem Islam memiliki ideologi yang memiliki aturan dalam semua bidang, yang nantinya ketika diterapkan akan mewujudkan kesejahteraan, keadilan, dan keberkahan.
.
Tidak seharusnya pemerintah mengubah lahan konservasi yang merupakan habitat alami yang telah Allah ciptakan sebagai tempat hidup komodo ini diusik dengan dalih komersil. Menambah devisa negara dengan menarik wisatawan namun berdampak nantinya pada punahnya habitat dan spesies komodo. Dalam Islam, lahan konservasi harus dilindungi bukan dikomersialisasi. Maka sudah saatnya mari kita wujudkan negara yang mampu memfungsikan pariwisata sebagai syiar Islam, bukan syiar liberal. 
.

Jika kapitalisme menyelesaikan masalah ekonomi dengan aktivitas berhutang ribawi, investasi, pembangunan proyek yang tidak ramah lingkungan, pajak yang justru tidak menyelesaikan masalah justru memberikan masalah baru bagi rakyat.
Sangat berbeda dengan sistem islam yang menyelesaikan masalah dengan solusi dari Sang Pencipta. Islam memosisikan pariwisata sebagai sarana dakwah dan propaganda, bukan sumber devisa negara. Adapun pos pembiayaan negara, diambil dari pos FAI, kepemilikan umum, dan sedekah.
.
Keindahan alam yang dijadikan tempat pariwisata seperti pantai, pegunungan, air terjun, dan yang lainnya, akan dijadikan sarana dalam menyebarkan Islam. Bagi wisatawan muslim, setelah mereka disuguhkan keelokan seluruh ciptaan Allah Swt., akan semakin kukih keimanannya. Begitu pun bagi wisatawan nonmuslim, yang niat awalnya ingin menikmati keindahan alam, akan disuguhkan pula ajaran Islam.
.
Interaksi penduduk setempat dengan para wisatawan dengan semangat dakwah akan mewarnai wisatawan dengan budaya Islam. Begitu pun pemandu wisata yang dipersiapkan, ditugaskan untuk menyebarkan pemahaman Islam. Terjadilah transfer pemikiran di sana.
.
Wisatawan, bukan hanya menikmati keindahan alamnya saja, namun juga beserta penjelasan tentang alam raya dan hakikat kehidupan seorang hamba. Jadilah wisatawan mengenal akidah Islam dan khasanah nya.
.
Saat ini telah terpapar berbagai kerusakan di muka bumi ini akibat ulah tangan manusia. Kerusakan alam terjadi seperti banjir, gempa bumi, kebakaran hutan, kekeringan. Juga kerusakan pada masyarakat yakni rusaknya aqidah, akhlak, ketidak tundukan pada hukum-hukum Allah.
.
Allah telah menjadikan manusia di bumi sebagai Khalifah, yaitu mengelola, merawat dan memanfaatkan sumber daya alam di bumi sesuai dengan petunjuk Allah dalam Al-Qur’an. Ketika manusia tidak mengelola sesuai dengan petunjuk Allah maka yang terjadi adalah kerusakan dan kebinasaan.
.
Sudah saatnya kita kembali pada habitat kita sebagai umat muslim yakni berhukum pada syariat Islam dan hanya bisa diterapkan dalam semua aspek kehidupa melalui institusi khilafah Islamiyyah. Kita harus segera campakkan sistem demokrasi kapitalisme yang rusak dan merusak. Mari kita satukan langkah perjuangan agar segera mengganti sistem dengan sistem Islam agar kemaslahatan umat dan rahmatan Lil alamin segera terwujudkan, tidak hanya bagi manusia, namun juga alam, dan seluruh ekosistem di dalamnya. Amin