By: Debu Semesta

Jim Collins menyatakan bahwa, Salah satu faktor yang di identifikasi sebagai bagian dari proses “Good to Great” adalah sifat dasar dari tim pemimpin. Secara khusus, Collins mengemukakan konsep bahwa proses mendapatkan orang orang yang high-quality dan high-talent harus dilakukan terlebih dahulu sebelum strategi dibuat. Dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, Collins berkesimpulan bahwa akan banyak masalah yang membebani organisasi dapat diatasi dengan sendirinya. Sehingga, dia menganjurkan untuk perusahaan yang berubah dari good menjadi great, perlu meluangkan ekstra usaha dan waktu dalam mencari karyawan dan pengambil keputusan.

Colins juga menekankan pentingnya pengelolaan hal hal yang berkaitan dengan kepegawaian. Dia menyarankan untuk memindahkan karyawan yang tidak konpeten, dan tidak ragu ragu untuk mengganti karyawan yang tidak berkontribusi.

Demikian juga dengan dakwah. Salah satu faktor keberhasilan dakwah adalah adanya orang orang yang high quality dan high talent yang menopang perjuangan ini. Meski jumlahnya sedikit, tapi jika yang sedikit itu adalah orang orang yang high quality dan high talent, maka hal itu bisa menjadi penentu keberhasilan dakwah.

Saya jadi teringat perkataan seorang senior yang mengatakan bahwa kemenangan dan keberhasilan dakwah ini tidak ditentukan oleh benyak atau sedikitnya orang. Tapi kemenangan dakwah ditentukan oleh kesungguhan dan kualitas orang orang yang menjadi bagian dari dakwah. Buat apa banyak tapi tak bergerak? Justru itu akan memberatkan jamaah.

Dan saya rasa penyataan itu ada benarnya. Karena diawal merintis dakwah, Rosul SAW dan para sahabat dulu juga jumlahnya sedikit. Tapi jumlah yang sedikit itu justru membawa kemenangan besar. Kenapa? Karena orang orang yang jumlahnya sedikit itu adalah orang orang yang berdedikasi. High quality dan high talent. Mereka all out dalam mengupayakan tersebarnya Islam. Mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka miliki demi tujuan besar tegaknya Agama Allah di muka bumi.

Rasul SAW berhasil mencetak para sahabat menjadi orang orang yang memiliki high quality dengan sentuhan iman dan ideologi. Hingga para sahabat menjadi sosok sosok hebat yang kapasitas keilmuan dan loyalitasnya untuk dakwah sudah tidak bisa diragukan lagi. Hingga mereka mampu memenangkan pertarungan meski jumalah mereka sedikit.

Dan saat ini, harusnya kita berkaca diri sudahkan kita berproses menjadi orang orang yang memiliki high quality dan high talent? Jika belum, maka ayo terus berproses. Jangan ada lagi ungkapan “siapalah saya? Saya cuma remahan rengginang”. Tidak teman, kita semua bisa menjadi orang orang yang high quality dan high talent jika kita terus menerus mengupgrade diri. Memberi yang terbaik untuk dakwah ini hingga kemenangan itu layak kita raih.