Oleh: Bunda Esti

 

Beberapa waktu lalu sempat viral seekor komodo menghadang sebuah truk pengangkut matrial bangunan di Taman Nasional Komodo yang terletak di pulau Rinca, salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sempat trending #savekomodo di jagat maya sebagai bentuk protes para netizen terhadap proses pembangunan tempat wisata yang dilakukan di kawasan wisata Labuan Bajo. Tindakan truk -truk matrial bangunan ini dikhawatirkan dapat merusak habitat asli komodo.

Seperti yang diketahui, kawasan Labuan Bajo, yang sebagian wilayahnya meliputi TN Komodo ditetapkan sebagai salah satu destinasi Wisata Super Prioritas yang telah ditetapkan dalam surat Sekretariat Kabinet Nomor B652/Seskab/Maritim/2015 tentang arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan tetap akan mempromosikan proyek wisata Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT). Alasannya, komodo merupakan hewan yang hanya ada di Indonesia sehingga memiliki nilai jual tinggi.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat, 27 November 2020, Luhut menyatakan “Komodo ini satu-satunya di dunia jadi kita harus jual”.

Pariwisata Menjadi Salah Satu Andalan Sumberber Pendapatan Negara

Seperti yang diketahui sumber utama pendapatan negara kita berasal dari pajak. Selain pajak, wisata juga merupakan sektor yang menjadi andalan penerimaan negara. Pada tutup buku 2018, sektor ini mampu menyumbang devisa terbesar degan nilai mencapai lebih dari USD19,2 miliar. Bahkan sektor wisata telah mengalahkan penerimaan dari hasil migas. “Kita sudah kalahkan sektor migas. Sekarang pariwisata menjadi andalan,” kata Menteri Pariwisata Arif Yahya saat Rakor Pengembangan Kawasan Pariwisata Borobudur, di Glamping D’Loano, Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019).

Sehingga tidak heran bila pemerintah sangat fokus menggenjot pembangunan dan pengembangan kawasan wisata. Bahkan di tengah wabah yang belum berakhir ini pemerintah masih fokus melanjutkan proyek pengembangan wisata tersebut. “Destinasi super prioritas tetap menjadi proyek strategis nasional dan kita semua di Kemenparekraf tetap melanjutkan persiapan destinasi super prioritas tersebut,” kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 22 Juni 2020.

Mengapa pariwisata menjadi andalan pendapatan negara? kemana kekayaan negri yang dianugerahi kekayaan alam yang melimpah ruah ini? Bukankah nilainya jauh melebihi potensi wisata yang selama ini menjadi proyek prioritas pemerintah? Mengapa diabaikan? Atau memang sudah habis tergadai?

Kekayaan alam negeri ini telah habis dikuasai segelintir orang saja. Rakyat hanya mendapatkan remahan-remahan yang nilainya jauh dari hak yang seharusnya didapatkan. Bahkan tak jarang rakyat dan lingkungan menjadi korban akibat kerusakan eksploitasi yang mereka lakukan. Masihkah kita mempertahankan sistemkapitalis sekuler yang rusak ini? Adakah siatem lain yang dapat memberikan keberkahan untuk rakyat dan alam?

Islam Solusi Terbaik Negri

Islam adalah agama sempurna yang memiliki aturan lengkap untuk semua persoalan, baik secara individu, bermasyarakat maupun bernegara. Islam memiliki aturan yang jelas terkait sumber-sumber penerimaan negara beserta pos pengeluarannya. Beberapa pos pendapatan negara diantaranya adalah zakat yang memiliki kriteria jelas siapa yang dipungut dan untuk siapa hasil dari perolehan zakat ini.

Selain zakat ada pula kepemilikan umum yang tidak boleh dikuasai swasta melainkan diperuntukkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Hal ini sesuai dengan hadist nabi “kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api “. (HR Abu Dawud dan Ahmad). Jadi jelas dalam islam hutan, air termasuk laut dan bahan tambang tidak boleh diberikan negara untuk dikelola swasta. Hanya negara yang berhak mengelolanya yang hasilnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Selain 2 sumber pendapatan tadi masih ada harta milik negara yang berasal dari fai, kharaj.

Dengan penerapan sistem Islam di semua lini kehidupan insyaAllah akan dirasakan rahmat bagi manusia dan juga seluruh alam semesta dan seisinya. Hanya islamlah satu-satunya sistem yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat.