Oleh: Kiki Fatmala

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, M Syafii Nasution mengunjungi korban banjir di Tanjung Selamat, Medan. Syafii berjanji bakal memberi santunan bagi ahli waris korban banjir setempat. Syafii mengatakan ia bakal memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia. Hal itu didorong rasa simpatinya akan bencana banjir tersebut. Sebelumnya, banjir terjadi di Tanjung Selamat, Medan pada Jumat lalu. Ada 6 orang yang tewas akibat peristiwa ini.

Banjir juga sempat merendam Gang Merdeka, Medan Maimun, wilayah Medan Helvetia dan jalan lintas Medan-Binjai. Kemacetan panjang terjadi dari arah Medan menuju Binjai dan sebaliknya.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di ruas jalan Medan menuju Berastagi, tepatnya di Sibolangit, Deli Serdang. Ada 20 titik longsor yang menyebabkan jalan tak bisa dilalui kendaraan untuk sementara.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS ar-Rum [30]: 41).

Bukan hanya kali ini saja bencana menerpa negeri. Banjir, tsunami, juga gempa bumi. Rakyat tentu menanti solusi hakiki –khususnya dari penguasa– dalam menyikapi semua ini.

Sebagai hamba Allah, manusia selayaknya tetap waspada dan menjadikan musibah ini sebagai bahan muhasabah: sudahkah perilaku dan pengaturan seluruh aspek kehidupan –baik pergaulan, ekonomi, bahkan pemerintahan– selaras dengan tuntunan Sang Pencipta Alam Semesta?

Harus disadari, Allah sebetulnya hendak menguji kesabaran manusia (QS al-Baqarah [2]: 155-157) sekaligus peringatan agar manusia terdorong rajin muhasabah (introspeksi diri), betapa manusia sangat lemah dan tidak berdaya di hadapan kemahakuasaan Allah Swt. (QS ar-Ra’d [13]: 41).

Muhasabah tentu sangat penting. Dengan itu, setiap muslim bisa mengukur sejauh mana ketaatannya pada perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya, serta setiap saat terdorong untuk terus berupaya untuk selalu taat kepada Allah Swt. serta menjauhi maksiat dan dosa kepada-Nya.

Semoga Allah mengampuni kita semua, yang ditimpa musibah diberikan kesabaran, serta Allah meridai negeri ini menjadi negeri yang berkah melalui penerapan syariat-Nya secara kafah –di seluruh aspek kehidupan.