Oleh: Afaf Mochammad Najmudin

Menyoroti kasus korupsi di negeri ini seperti tak ada habisnya. Hari berganti hari, ada saja pejabat yang tersandung kasus korupsi. Kali ini menyeret Menteri Sosial, Juliara P. Batubara, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial penanganan Covid-19.

Tak habis pikir. Di tengah pandemi yang sangat menyusahkan masyarakat ini, masih saja ada orang yang tega mengkorupsi dana bantuan sosial. Keberadaan KPK pun tidak serta-merta menyelesaikan permasalahan korupsi di negeri ini karena hukuman yang ada tidak memberikan efek jera bagi pelaku korupsi dan tidak mampu mencegah munculnya pelaku korupsi baru.

Merajalelanya kasus korupsi bukan hanya sebatas hukuman yang tidak sesuai. Namun penerapan sistem demokrasi yang lahir dari rahim ideologi kapitalisme sekuler yang berasaskan materialistiklah yang telah membuka celah maraknya kasus korupsi. Bagaimana tidak, biaya yang dikeluarkan seseorang yang ingin duduk di kursi pemerintahan sangat besar. Jadi tidak heran, setelah berhasil mendapatkannya, mereka melakukan berbagai cara untuk mengembalikan modal, salah satunya dengan korupsi.

Oleh karena itu, demokrasi telah terbukti gagal memberantas korupsi, justru menumbuhsuburkannya. Sudah saatnya kita hempaskan jauh-jauh sistem yang rusak ini dan ganti dengan sistem yang baru, yakni sistem Islam.