Oleh: Umi Jamilah (Aktivis Muslimah)

Papua, pulau yang berada di ujung timur Indonesia. Dengan sumber daya alam yang melimpah, kondisinya kini berada dalam cengkeraman asing. Diberitakan, Pemimpin Gerakan Persatuan Kemerdekaan Papua Barat (ULMWP/United Liberation Movement for West Papua), Benny Wenda, telah mendeklarasikan terbentuknya pemerintahan sementara di Papua pada selasa, 01/12/2020 sebelum pemerintah Indonesia memberikan persetujuan. (m.bisnis.com, 02/12/2020)

Kemenlu menilai bahwa pernyataan Benny tersebut tidak perlu ditanggapi. Dengan alasan Benny kini tinggal di Inggris. Bahkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sendiri mengeluarkan pernyataan tidak percaya terhadap ULMWP.
Sebenarnya, permasalahan Papua ini sudah lama terjadi sebelum Benny Wenda. Menteri Luar Negri Republik Federal Papua barat, Jacob Rumbiak mengatakan bahwa Papua barat bisa merdeka dan berkuasa penuh paling lambat dua tahun lagi. Mereka mengklaim Papua sudah mendapatkan dukungan dari 111 negara termasuk Amerika serikat, Inggris, Perancis, Kanada dan Jepang. (merdeka.com, 20/06/2012)

Permasalahan ini akan terulang jika tidak cepat diselesaikan. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pernyataan Benny Wenda tersebut. Karena dikhawatirkan akan adanya pendukung Benny yang akan mengancam kedaulatan dalam negeri. Benny Wenda juga diperkirakan memiliki dua kewarganegaraan. Sehingga pemerintah harus punya sikap tegas terhadap Inggris yang melindungi Benny Wenda. Menko Polhukam, Mahfud MD menyebut bahwa tindakan Benny adalah tindakan makar. Bahkan ketua MPR, Bambang Soesatyo juga mengecam deklarasi sepihak tersebut.

Ketika kita cermati, Papua merupakan bagian dari wilayah Indonesia, sesuai dengan referendum bulan November 1969 yang disahkan oleh Majelis umum PBB. Dari kasus yang terjadi sebenarnya munculnya Deklarasi Papua tersebut dikarenakan kegagalan pemerintah dalam memberikan keadilan dan kesejahteraan terhadap rakyat Papua.

Rezim Demokrasi yang Pro-Oligarki dan Pro-Korporasi akan menjadikan kebebasan sebagai keharusan yang dilakukan rezim terhadap hutan Papua sebagai target penanaman kelapa sawit. Kemudian terjadinya perampokan besar-besaran terhadap sumber daya alam Papua seperti deposit emas terbesar didunia, minyak bumi, gas alam, dan hasil tambang lainnya. Itu semua merupakan SDA yang ada di Papua. Di mana kesejahteraan tidak didapat oleh rakyat Papua karena SDA tersebut dirampok oleh para Oligarki dan para korporasi.

Maka, solusi hakiki dalam menyelesaikan masalah Papua ini adalah dengan sistem Islam yang lahir dari Rab semesta alam. Yang dulu pernah berjaya selama 13 abad lamanya. Sistem Islam akan menebarkan keadilan kepada setiap rakyatnya. Dalam Islam ada 3 kepemilikan yaitu kepemilikan individu, kepemilikan swasta dan kepemilikan umum. Papua dengan sumber daya alam yang melimpah merupakan bagian dari kepemilikan umum yang tidak boleh dimiliki oleh individu maupun swasta. Kepemilikan umum tersebut hanya boleh dikelola oleh Negara dan hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat untuk kesejahteraannya.

Di antara kepemilikan umum dalam Islam adalah air, api dan padang gembalaan (tanah). Sebagaimana sabda Rasulullah “Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api”. (HR Abu Dawud dan Ahmad). Memberikan keadilan dan kesejahteraan kepada seluruh rakyat dengan menerapkan sistem Islam secara Kaffah. Maka, dipastikan tidak akan terjadi disintegrasi seperti yang berada di Papua sekarang ini. Wallahualam Bissawab.