Okeh: Anim Munifah, di Tuban

Ditetapkannya HRS sebagai tersangka, Sabtu (12/12/2020), terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan, menambah bukti ilusi keadilan dalam sistem demokrasi. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seakan tak punya arti. Tak ada keadilan di negeri ini.

Inilah fakta Indonesia hari ini. Hukum tumpul ke atas tajam ke bawah. Demokrasi memang sudah tidak bersahabat sejak awal. Sistem yang lahir dari sekularisme ini memang membenci agama dalam pengaturan tatanan kehidupan. Sebaliknya, tatanan kehidupan diserahkan kepada manusia. Aturannya hanya dari akal dan syahwat belaka, serta sekadar menjalankan kepentingan pribadi serta kelompok.

Maka tidak heran, dalam praktiknya tidak menenteramkan manusia. Termasuk tidak adanya keadilan dalam perkara hukum. Hukum negeri ini hanya tunduk pada mereka yang punya kuasa. Melibas mereka yang mengancam tahta. Padahal jika negara mau fair, sesungguhnya masih banyak pelanggaran prokes lainnya, ataupun pelanggaran dalam masalah lain. Misalnya, pelanggaran prokes saat Pilkada yang sama-sama menimbulkan kerumunan.

Sudah sepatutnya Indonesia mengganti sistem rusak ini. Sistem yang benar-benar adil, yang memanusiakan manusia, yang tidak hanya berjalan sesuai nafsu apalagi pesanan demi kepentingan segelintir manusia. Sistem itu hanya pada Islam. Jangan mau lagi dibohongi demokrasi
Saatnya uninstall demokrasi, install khilafah islamiyah.