Oleh: Ummu Afra

Dalam kasus meninggalnya enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI), pihak polisi dan FPI memiliki versi masing-masing. Sayangnya, pemberitaan media mainstream terlihat lebih condong kepada versi polisi, padahal belum terbukti benar. Ini menunjukkan media mainstream tidak netral dalam pemberitaannya.

Media mainstream harusnya netral dan adil dalam memberitakan peristiwa tewasnya enam orang pemuda yang bukan kiminal apalagi teroris. Sebelum ada penyelidikan untuk mengungkap yang sebenarnya terjadi, media harus memberitakan versi dari kedua belah pihak secara berimbang.

Terlebih dengan maraknya media sosial yang mampu memberikan berita alternatif yang bisa dipercaya dan sesuai fakta. Jika media mainstream tidak netral dan adil dalam pemberitaannya, bisa ditinggalkan oleh masyarakat tersebab hilangnya rasa percaya.