Oleh : Dewi Humairah (Aktifis Muslimah Milenial dan Member AMK)

Sudah kita ketahui sejak lama bahwa muslim satu dengan yang lainnya ialah saudara. Bahkan hal inipun telah disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dari sini tentu dapat kita simpulkan muslim bahwasannya meski tak berasal dari Bangsa yang sama, Rohingya adalah saudara kita. Tak ada bedanya muslim di Indonesia maupun muslim di Rohingya. Karna Muslim satu dengan yang lainnya adalah bagaikan satu tubuh. Ketika ada salah satu anggota tubuh merasakan sakit maka yang lainnya akan merasakan sakit.

Sekitar 1.600 pengungsi dipindahkan ke Pulau Bhasan Char, sebuah pulau yang rentan di terjang banjir di Teluk Bengal, pada Jumat (04/12), menurut laporan kantor berita Reuters. Kelompok pegiat HAM, Human Rights Watch, mengatakan mereka telah mewawancarai 12 keluarga yang namanya ada dalam daftar pengungsi yang telah di pindahkan. Para pengungsi mengatakan bahwa mereka tidak secara sukarela pergi. Menteri Luar Negeri Bangladesh Abdul Momen mengatakan pada Kamis (03/12) malam bahwa pemerintah “Tidak akan membawa siapapun ke Bhasan Char secara paksa. Kami mempertahankan posisi ini”.(News.okezone.com)

Para pengungsi Rohingnya telah melarikan diri dari Myanmar setelah tindakan keras militer yang dimulai tiga tahun lalu di mana para penyelidik PBB mengatakan sebanyak 10.000 orang tewas dan lebih dari 730.000 terpaksa mengungsi. Sementara itu, Rashida Khatun mengatakan kepada BBC pada Oktober lalu bahwa anaknya termasuk dalam 300 pengungsi pertama yang dikirim ke Pulau Bhasan Char tanpa persetujuan mereka awal tahun ini, setelah terombang-ambing di laut dalam upaya melarikan diri dari Bangladesh. (Viva.co.id)

Beginilah nasib muslim Rohingnya, terusir dari rumahnya sendiri. Mereka terkatung-katung di lautan sampai kelaparan. Tak ada yang mau menampungnya. Nasionalisme benar-benar memutuskan ukhuwah islamiyah. PBB, UNHCR, HRW nyatanya tak bisa menjadi harapan untuk membantu mereka. Harapan mereka kandas. Karna sistem ini benar-benar dzolim. Tak punya hati nurani. Mereka tega membuang ke tempat tak layak huni bahkan di sana sangat rentan terjadi banjir. Sungguh dzolim sekali mereka.

Musuh Islam benar-benar kejam dalam memperlakukan muslim. Mereka akan terus berupaya menghancurkan umat Islam sampek umat Islam mengikuti milah mereka. Rohingya adalah saudara kita. Tapi di sistem ini kita tak punya kuasa untuk menolong. Kita di sekat atas Nasionalisme. Pemerintah bungkam saat Rohingnya membutuhkan pertolongan.

Satu-satu nya solusi hakiki agar terwujud ukhuwah sejati dan bertindak nyata untuk menolong Rohingnya adalah dengan Khilafah. Khilafah tak akan membiarkan muslim seperti di Rohingnya di tindas, di dzolimi. Karna Khilafah akan memberikan perlindungan kepada mereka. Bukan hanya muslim di Rohingya yang akan mendapat perlindungan tapi juga di seluruh dunia yang berada di bawah naungan khilafah termasuk non muslim yang mau mengikuti aturan dalam khilafah.

Begitu luar biasanya Islam dalam memberikan penjagaan pada umat. Rohingya akan mendapatkan keamanan dan keadilan dalam khilafah. Khilafah tak akan membiarkan rakyat nya terdzolimi. Jika sampek ada pemimpin yang terang-terangan mendzolimi rakyat nya maka dia tak pantas menjadi pemimpin. Khilafah akan mengayomi semua umat. Tak ada beda nya baik muslim Rohingya maupun muslim di seluruh dunia. Karenanya, masihkah kita ragu ragu akan sistem islam yang mampu membawa rahmatan lin’alamin bagi seluruh dunia?

Wallahu’alam Bi Showab