Oleh :Andarwati

Ulama adalah sosok Mulia karena merupakan pewaris para Nabi. Rasulullah bersabda sesungguhnya ulama adalah pewaris nabi para nabi tidak mewariskan Dinar dan dirham mereka mewariskan ilmu, siapa saja yang mengambil ilmu berarti telah mengambil bagian yang banyak lagi sempurna ( HR.Abu Daud).

Sebagai pewaris nabi kemuliaan para ulama adalah karena mereka menempuh jalan sebagaimana Rasulullah, membacakan ayat-ayat Allah dan menyebar luaskan di tengah-tengah masyarakat, mereka pantang menyerah meskipun harus menghadapi beragam resiko.

Para ulama juga mengikuti jejak Rasulullah dalam membersihkan masyarakat dari berbagai kekufuran, dengan ilmu yang dimiliki para ulama dapat menjelaskan kesesatan dan kerusakan berbagai pemikiran kufur seperti komunisme sekulerisme kapitalisme pluralisme demokrasi HAM dan lain-lain. Dengan penjelasan yang jelas masyarakat bisa terselamatkan dari rekam pemikiran kufur. Para ulama dalam menghadapi kemungkaran dan kemaksiatan mereka pasti memilih berada di garda depan.

Ulama tidak rela jika hukum Islam diabaikan apalagi dilecehkan, mereka akan memimpin umat berjuang menegakkan syariah Allah sebab dengan hanya diterapkan Syariah masyarakat benar-benar bisa diproteksi dari kemungkaran dan perbuatan tercela.

Ulama pewaris para nabi juga rajin mengajarkan Al-Qur’an dan As-sunnah dalam perkara hukum mereka bersikap tegas apapun status hukum yang berasal dari Alquran dan As-sunnah akan disampaikan, mereka tidak akan menjual ayat-ayat Allah demi memperoleh harta dunia.

Dalam melakukan semua aktivitas itu ulama pewaris nabi didorong oleh keinginan semata-mata hanya karena Allah, mereka adalah hamba-hamba yang takut kepadaNya. Allah berfirman sesungguhnya paling takut kepada Allah di antara hamba-hambanya hanyalah ulama (QS.Fathir: 28).

kemuliaan ulama tentu tidak terlepas dari peran politik yang mereka lakukan tentu bukan politik praktis dengan mendukung atau tidak mendukung calon tertentu dalam kegiatan politik praktis seperti Pilkada namun politik sebagai ri’ayatul Ummah (melayani urusan masyarakat) politik adalah aktivitas tertinggi dan mulia dalam kehidupan manusia oleh karena itu para ulama sepanjang masa kehidupan kaum muslimin khususnya dalam kehidupan politik sangatlah penting.

Islam adalah agama sempurna dan politik adalah bagian dari ajaran Islam. Islam tidak memisahkan antara kehidupan politik dan spiritual justru ketika umat jauh dalam kubangan sekularisme yang menjauhkan agama dari urusan sosial, politik, kenegaraan seperti saat ini maka peran ulama turut terpinggirkan.

Peran politik ulama dapat dilakukan dengan cara membina umat Dengan pemahaman Islam yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga muncul umat yang memiliki kepribadian Islam dan menjadi para pemimpin Islam. Kedua membangun kesadaran politik umat yaitu membangun kesadaran umat tentang bagaimana mereka memelihara urusan umat dengan syariah Islam umat harus peduli terhadap urusan kemasyarakatan dan kenegaraan mereka harus memahami berbagai konspirasi musuh-musuh Islam yang senantiasa mencari jalan untuk menghalangi Islam.

Tradisi para ulama mengoreksi dan menjaga penguasa untuk menerapkan hukum Allah mereka mengikhlaskan niat karena Allah, pernyataan Mereka pun Membekas Di Hati. Namun para ulama sekarang hanya diam seribu bahasa, mereka berbicara berbeda dengan perbuatannya, akibatnya banyak kerusakan. Rusaknya penguasa akibat rusaknya ulama, rusaknya ulama akibat cinta harta dan jabatan siapapun yang cinta dunia tidak akan mampu menguasai kerikil tajam, apalagi untuk mengingatkan para penguasa dan para pembesar.

Jelaslah Ulama harus menjalankan politik Islam yaitu mengurus urusan masyarakat. politik ulama adalah mencerdaskan rakyat dengan Islam, dengan begitu rakyat tidak mudah tertipu dengan bujuk rayu, dengan kiprah politik ulama akan terbina dengan baik, masyarakat akan memiliki kesadaran politik Islam hingga mereka akan melihat kemuliaan di dunia dan akhirat.

Umat hari ini merindukan sosok ulama yang ikhlas berjuang dengan pengorbanan maksimal agar bisa mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah modern dan dalam kerangkeng sistem sekuler liberal menuju sistem Islam untuk mewujudkan masyarakat dan negara yang besar. Sosok ulama yang berjalan di atas Hidayah Islam dalam masyarakat dan negara yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan dilanjutkan oleh para khalifah. Kewajiban umat Islam hari ini adalah menggambarkan kehidupan Islam di tengah-tengah masyarakat dengan menegakkan seluruh sistem Islam. Saat ini umat benar-benar membutuhkan sosok ulama agar yang bisa membimbing mereka untuk kembali pada Islam secara Kaffah sehingga terwujud baldatun toyyibatun warobbun Ghofur akan benar-benar terwujud Insya Allah.

Wallahu A’lam Bishawab.