Oleh: Maman El Hakiem

Ada hal dalam hidup ini, yang sering kita lupakan, bahwa takdir itu adalah ketetapan yang hanya Allah SWT mengetahui baik buruknya. Sebagai manusia hanya dihadapkan pada pilihan untuk berbuat yang mampu dikuasai dalam perkara perintah Allah SWT dan menghindari secara maksimal segala larangan-Nya.

Itulah yang ada dalam benakku, setiap kali menatap Kakek Mahmud dan Bilal. Dua sosok yang sengaja Allah SWT hadirkan dalam episode kehidupanku. “Kek, Bilal kenapa gak di sekolahkan?” Mencoba bertanya padanya, karena keseharian Bilal hanya di mushola.
“Bilal adalah permata yang berbeda dengan anak pada umumnya, sempat masuk sekolah umum, tetapi ia merasa minder karena ketiadaan orang tuanya.” Jawab kakek Mahmud seusai shalat berjamaah dzuhur.

Kebiasaan Bilal bukan hanya mengumandangkan adzan saat tiba waktu shalat, juga membersihkan mushola tersebut sehingga benar-benar bersih dan nyaman. Pun ia rajin setor hapalan membaca Al Qur’an kepada Kakek Mahmud, sampai sekarang hapalannya sudah lima juz.

“Kamu, hapal berapa Juz , Mar? Tanyaku pada Umar, karena sering kali gagal fokus jika sedang ngobrol perkara agama.

“Tenang, tadi pagi sudah minum segelas Jus Wortel, Kang.” Jawabnya.
“Tuh kan gagal fokus lagi, dasar perut makanan melulu.” Sindirku, karena Umar memang tubuhnya agak tambun dan senang ngemil.

“Kek, apa boleh Bilal diajak oleh kami jika tugas praktik lapangan di kampung ini selesai?” Aku memberanikan bertanya hal itu, karena sebenarnya Bilal terlalu sayang jika potensinya tidak berkembang.

“Maksud, Nak ini Bilal di sekolahkan di kota?” Tanya Kakek Mahmud, ia selalu menyapaku dengan panggilan Nak.
“Iya Kek, ingin ia menjadi adik asuh kami, in Syaa Allah segala kebutuhannya dicukupi.” Jawabku berharap beliau mengizinkan.

“Hmm..gimana ya, masalahnya Bilal adalah satu-satunya yang menjadi teman kakek di sini dan kampung ini tentu tidak akan mendengar lagi suara adzannya.” Kakek Mahmud mencoba menjelaskan perihal Bilal.

Mendengar jawaban demikian, kami hanya berharap masa depan terbaik buat Bilal, semoga ia menjadi penyeru kebaikan buat umat. Ajakan untuk menunaikan shalat dan meraih kemenangan setiap adzan tiba. Adalah seruan yang menggugah kesadaran kita agar segera bergegas dalam ketaatan, semoga ada Bilal di rumah kita. Wallahu’alam bish Shawwab.***