Oleh : Haeni

Presiden Prancis Emmanuel Marcon meminta para pemimpin muslim menerima piagam nilai republik sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal pada rabu (18/11). Marcon memberikan ultimatum 15 hari kepada dewan kepercayaan muslim prancis (CFCM) untuk menerima piagam tersebut, piagam ini di keluarkan Marcon menyusul tiga serangan kurang dari sebulan ini Marcon memang begitu membela sekularisme Prancis setelah serangan itu, termasuk soal pemenggalan terhadap seorang guru yang menunjukan kartun Nabi Muhammad saw selama kelas kebebasan berekspresi bulan lalu. Tak hanya itu, Islamofobia yang dihembuskan penguasa Prancis telah menyulut kebencian warganya terhadap kaum muslim hingga pada 18 oktober 2020 terjadi peristiwa penusukan kepada dua orang muslimah di bawah menara Effel.

Dosa besar menista Rosulallah saw. Karena kedudukan baginda Rasulallah saw yang sangat agung di sisi Allah SWT, tindakan menista (istihza) kemuliaan beliau adalah haram dan termasuk dosa besar. Tindakan demikian sama saja dengan menyakiti Allah SWT dan Rasulnya. Allah SWT melaknat pelakunya sebagaimana firmannya :

“Sungguh orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulnya, Allah melaknati mereka di dunia dan di akhirat serta menyediakan bagi mereka siksaan yang menghinakan (Qs Al ahzab:57).

Hukum mati bagi penghina Nabi saw. Besarnya dosa menghina baginda Nabi SAW bisa dilihat dari konsekuensi hukumannya yang sangat keras dan tegas, yakni hukuman mati. Al Qadhi Iyadh menuturkan, ini telah menjadi kesepakatan dikalangan ulama dan para imam ahli fatwa mulai dari generasi sahabat dan seterusnya. Ini merupakan pendapat imam Malik, imam al Laits, imam Ahmad bin Hanbal, imam Ishaq bin Rahawih dan imam as Syafii.

Dalam Islam, hukuman mati atas penghina nabi dilakukan oleh imam atau khalifah atau yang mewakilinya. Khalifah tidak akan diam jika ada yang menghina Rasulullah Muhammad saw. Khalifah wajib menjaga kemuliaan Allah SWT, Rasulullah saw serta ajaran Islam dan simbol-simbolnya. Jika pelakunya seperti Prancis saat ini, khalifah tidak segan-segan untuk menyerukan pasukannya dan kaum muslim untuk berjihad melawan negara tersebut.

Hal ini pernah dilakukan pada masa kekhilafahan Utsmaniyah dibawah kepemimpinan Sultan Hamid II (1876-1918). Pada saat itu Prancis merancang drama teater yang diambil dari karya voltaire (seorang pemikir Eropa) yang menghina nabi Muhamad saw. Drama teater yang sudah dipersiapkan akhirnya dibatalkan setelah khalifah Abdul Hamid II mengultimatum dan mengancam pemerintah Prancis dengan seruan jihad.

Tegakan Keadilan Maka wujud cinta kita kepada Allah dan Rasulnya, dengan cara kita tegakan keadilan dan lawan kezaliman! Ingatlah, keadilan hanya bisa tegak dengan teggaknya hukum-hukum Allah SWT di muka bumi. Tak mungkin tercipta keadilan dengan meninggalkan syariah Islam. Terbukti, sistem hukum buatan manusia hanya menciptakan kezaliman demi kezaliman yang tak berujung.

Karena itu, kecintaan kepada Nabi saw semestinya terwujud antara lain dengan cara berjuang menegakan syariah Islam. Hanya dengan tegak syariah Islam, kezaliman akan segera lenyap.