Oleh: Ria Asmara

“Pada hari kiamat, salah satu dari tujuh orang yang akan mendapat naungan dari Allah di tengah teriknya mahsyar adalah: pemimpin yang adil.” (HR. Bukhari)

Jika kita menengok pada sejarah Islam, banyak dijumpai sosok pemimpin yang adil. Di masa Khalifah Umar bin Abdul aziz misalnya. Meski hanya menjabat selama lebih kurang 2,5 tahun. Namun pada masa kepemimpinannya, keadilan betul-betul bisa ditegakan.

Rasa aman meliputi seluruh wilayah daulah. Harta rakyat begitu berlimpah. Sampai-sampai, sulit ditemukan orang yang berhak menerima zakit. Bahkan, hewan pun merasakan kesejahtera, tak terkecuali binatang buas. Binatang-binatang buas, tidak memangsa binatang gembalaan karena sudah terpenuhi kebutuhannya.

Begitulah gambaran keadilan Khalifah Umar bin Abdul Aziz di masa kepemimpinannya. Tentu sangat berbeda dengan realita yang kita hadapi saat ini. Banyak kelaparan dimana-mana. Rasa aman pun begitu mahalnya. Nyawa manusia begitu murahnya.

Melihat kesuksesan Umar bin Abdul Aziz, rasanya tidak berlebihan jika kita merindukan sosok pemimpin yang adil. Pemimpin yang menjalankan kewajibannya sebagai raa’in, pengurus urusan rakyatnya.

Sosok pemimpin seperti ini hanya ada dalam sistem Islam, yaitu khilafah. Sistem dimana jika diterapkan makan akan memberikan keberkahan. Bahkan, keberkahannya tidak hanya pada manusia saja, tapi pada seluruh alam. Wallahu a’lam bishawab.