Oleh: Arum (Komunitas Setajam Pena)

Pemerintah Bangladesh mulai mengirim 1600 pengungsi Rohingya dari kamp pengungsian Kutupalong yang berlokasi di Cox’s Bazaar ke pulau terpencil di Bhasan Char pada 4 Desember lalu. Meskipun ada seruan dari kelompok hak asasi manusia agar proses tersebut dihentikan.

Menteri Luar Negeri Bangladesh A.K. Abdul Momen, Kamis (3/12), mengatakan bahwa tidak ada pengungsi yang dipaksa pindah ke Bhasan Char. Namun hal ini akan mengurangi kepadatan di kamp-kamp, yang didirikan untuk menampung ratusan ribu Rohingya, minoritas Muslim yang melarikan diri dari kekerasan di negara tetangga Myanmar pada tahun 2017.

Nasionalisme menghalangi Banglades wujudkan ukhuwah islamiyah. Di mana bahwa sesama muslim di dunia ini satu. Mereka diikat oleh akidah yang satu yaitu akidah Islam. Namun yang terjadi justru sebaliknya, saudara muslim rohingnya di buang tanpa nurani kemanusiaan.

Sedangkan negara muslim lainya hanya diam melihat saudaranya ditempatkan di daerah yang tidak layak. Apa ini bukan tanggungjawab mereka? Atau memang sengaja mereka menjadi penonton? Lalu untuk apa dunia internasional membuat lembaga/organisasi untuk perlindungan bagi rakyat. Rakyat yang mana dan bagaimana yang mendapatkan perlindungan itu?

PBB, UNHCR, HRW hanya menjadi lembaga penghasil konvensi, tidak bisa menjadi gantungan harapan solusi. Penduduk rohingnya hanya bisa pasrah dengan keputusan dari pemerintah. Begitu pula negara muslim lainya hanya terdiam diri melihat saudara disingkirkan dari negrinya.

Saat ini kemana mereka? Mereka bangga dengan persatuan yang ada, akan tetepi persatuan mereka hanya untuk manfaat saja. Bukan untuk menolong serta membantu saudara kita di rohingnya. Masihkah kita umat Islam mempertahankan sistem yang kufur ini? Yang tanpa hati nutani mendholimi sesama saudara sendiri, na’udzubillah.

Tentu hal ini berbeda jika sistem Islam yang diterapkan. Khilafah akan mewujudkan ukhuwah sejati dan bertindak nyata memberi solusi pada Rohingya. Di mana semua penduduk muslim di dunia satu. Antara yang satu dengan yang lainya saling membantu bukan membiarkan teraniaya.

Islam agama yang sempurna yang akan mampu mensejahterakan umatnya. Mereka diatur oleh ikatan satu yaitu ikatan yang berasal dari Sang Pencipta manusia yang sekaligus lengkap mengatur segala urusanya. Sebagaimana Allah berfirman di surat Al-Ĥujurāt ayat:10 yang artinya : “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Itulah perintah Allah kepada kita untuk menjaga saudara sesama muslim bukan mendholiminya. Apalagi sampai menghilangkan nyawa itu perbuatan yang di haramkan dalam Islam.
Wallahua’lam bishowab.