Oleh : Dewi Humairah (Aktifis Muslimah Milenial dan Member AMK)

Seorang ibu tega membunuh anaknya. Ini bukan pertama kalinya terjadi tapi sudah sering terjadi. Apa penyebab nya ? Salah satunya karena ekonomi yang menghimpit dan banyak faktor lainnya.

Ibu pembunuh ketiga anak kandungnya di Nias Utara, berinisial MT, meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli, Sumatera Utara pada Minggu pagi 13 Desember 2020, sekitar pukul 06.10 WIB. Usai membunuh, wanita berusia 30 tahun itu sempat beberapa kali coba bunuh diri, namun berhasil di gagalkan.

“Tersangka MT dinyatakan oeh dokter umum piket RSUD Gunungsitoli telah meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli,” ungkap Perwira Urusan yang Hubungan Masyarakat (Paur Humas) Polres Nias, Aiptu Yadsen Huli, kepada wartawan, Minggu siang 13 Desember 2020.

Yadsen menjelaskan, tersangka punya niat bunuh diri setelah aksi pembunuhan terhadap tiga anak kandungnya, dengan cara menyayat lehernya sendiri dengan menggunakan parang.

“Namun, niatnya tersebut tidak jadi, karena di halangi atau di selamatkan oleh suaminya dan hanya mengalami luka pada bagian leher depan,” tutur Yadsen.

Setelah kejadian itu, MT tidak mau makan. Setiap diberi makanan, dia muntah-muntah. Selanjutnya dia dirujuk ke RSUD Gunungsitoli. Tersangka sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit itu sebelum menghembuskan nafas terakhir. (VIVA.co.id)

Sungguh miris melihat perilaku Ibu tersebut hingga berani membunuh anak kandungnya sendiri. Ibu tersebut benar-benar sudah mati hati nurani nya. Karena sistem kapitalisme ini benar-benar mematikam hati nurani seorang ibu. Di satu sisi kurangnya pemahaman terhadap agama akhirnya keimanan nya lemah. Sedangkan Negara abai terhadap kewajiban memenuhi hak rakyatnya.

Seorang ibu biasanya memiliki rasa sayang kepada anaknya karna memang pendidik pertama anak adalah ibu tapi ini seperti kerasukan setan hingga tega membunuh anaknya.

Padahal Allah begitu memuliakan seorang ibu tapi sistem kapitalis telah menghancurkan peran ibu. Kapitalis benar-benar merusak naluri ibu. Masih kah mau mempertahankan aturan yang telah menelan banyak korban?

Islam adalah agama yang sempurna. Islam mengatur semua nya termasuk bagaimana peran ibu. Bukan seperti saat ini ibu harus terbebani dengan banyak hal salah satunya harus mencari nafkah padahal itu kewajiban laki-laki.

Tapi saat ini seorang laki-laki sangat sulit mencari pekerjaan hingga akhir nya banyak pengangguran. Pekerjaan lebih membutuhkan perempuan. Padahal perempuan tidak wajib bekerja.

Inilah wajah asli demokrasi sesungguh nya. Semakin jelas bahwa sistem ini ingin menghancurkan ibu dan para generasi nya. Maka dari itu mari berjuang mengembalikan peran ibu sesungguhnya. Mari berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam agar kesejahteraan bisa kita rasakan bahkan non muslim pun bisa merasakan nya.

Karna hanya Islam lah yang bisa memuliakan perempuan dan anak. Karna Islam lah yang mampu menjaga Ibu dari cengkraman kapitalis.