Oleh Nadhifah Zahra ( Ibu Rumah Tangga )

Kian marak terjadi, pergaulan bebas nyatanya tak hanya terjadi di kota kota besar. Sekarang ini dampak dari pergaulan bebas pun sudah terjadi bahkan di kota kota kecil, tak terkecuali juga terjadi di kota tercinta Ponorogo.

Warga Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo gempar setelah menemukan mayat bayi di belakang rumah seorang warga, Selasa (29/12/2020). Dari hasil identifikasi awal dan keterangan saksi-saksi, Kasat Reskrim Polres Ponorogo,AKP Hendy Setiadi menyebut bahwa ibu dari bayi itu berinisial YS (20). Dari keterangan sementara YS, bayi berjenis kelamin perempuan itu memang hasil hubungan gelap dengan kekasihnya.( jatimnow.com)

Kasus pembuangan bayi dari kehamilan tidak diinginkan ini, bukanlah kasus yang pertama di kota seribu pesantren ini. Sayangnya kejadian kehamilan tidak diinginkan yang memalukan dan terlaknat ini belum mendapatkan solusi tuntas, maka wajar jika kasusnya akan terus terulang dimasa yang akan datang.

Sungguh Ironis, remaja saat ini sudah berani melakukan hubungan badan layaknya suami-istri, meskipun belum ada ikatan perkawinan diantara mereka. Mereka melakukannya tanpa paksaan. Perbuatannya pun terjadi berulang kali, bahkan tidak sedikit dari mereka berujung pada kehamilan.

Dorongan melakukan hubungan seks akan muncul ketika naluri seksual seseorang berkembang. Kemunculannya dipengaruhi pemikiran yang ada pada orang tersebut dan fakta yang diindra yang bisa menjadi rangsangan.

Pornografi dan pornoaksi dalam film, sinetron, tayangan iklan, atau adegan langsung dalam kehidupan nyata yang dipertontonkan para pemuja liberal akan menjadi stimulan seks bagi orang-orang yang sudah dewasa biologisnya.

Bagi orang yang tidak mampu meredam gejolak seks ini, mereka akan melampiaskannya secara liar, seperti terjadi pada remaja yang melakukan perkosaan atau perzinaan dan terjebak pada pergaulan bebas, Yang akhirnya berujung pada kehamilan tidak diinginkan.

Demokrasi gagal menjaga remaja. Sistem kapitalis demokrasi dengan kebebasan yang ditawarkan telah membuka lebar pintu-pintu kerusakan remaja semakin nyata ketika negara terlibat di dalamnya. Alih-alih menjadi pelindung masa depan remaja, negara justru berada di pihak pengusaha. Kebijakan-kebijakan yang diambil bukannya menghentikan penyebaran pornografi dan pornoaksi, malah cenderung memeliharanya karena dianggap bisa menambah pendapatan negara. Adanya lembaga sensor pun lebih pada basa-basi tanpa arti. Tayangan merusak akhlak dan moral remaja tetap saja berseliweran dan bisa diakses siapa pun.

Bahaya seks bebas. Seks bebas telah mengelabui remaja, menjadikan maksiat tak berasa dosa. Boleh jadi mereka bahkan tidak mengenal dosa. Dalam kehidupan yang serba bebas, apa pun boleh dilakukan tanpa khawatir ancaman dosa. Standar perbuatan hanya sebatas suka.

Wajar jika kemudian yang dikhawatirkan dari kasus seks bebas oleh sebagian pihak adalah terjadinya kehamilan di luar nikah atau ancaman penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Kekhawatiran ini akan hilang manakala aktivitas seks dinilai aman dan dianggap “tidak lagi bebas”. Yaitu “bekal” pengaman berupa kondom atau alat kontrasepsi, sekalipun faktanya masih tetap dilakukan di luar pernikahan.

Bagaimana pandangan Islam?. Islam memiliki istilah tegas dan khas untuk menyebutkan perbuatan seks di luar pernikahan dengan sebutan zina. Keharaman zina merupakan perkara agama yang jelas hukumnya dan tidak ada perdebatan di dalamnya. Allah SWT dalam firman-Nya menyebut zina sebagai perbuatan keji dan jalan yang buruk.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang).” (QS Al-Israa: 32).

Islam telah menetapkan bahwa hubungan seks yang lahir dari naluri seksual harus dibatasi dalam hubungan yang sangat pribadi dan hanya boleh dipenuhi dalam ikatan tali pernikahan. Didalam pernikahan itulah maka hubungan seks itu akan bernilai ibadah, maka hubungan diluar pernikahan sangat dilarang dan tidak boleh terjadi di tengah masyarakat.

Bahkan untuk mencegah terjadinya perzinaan dan pergaulan bebas Islam telah menetapkan seperangkat aturan bagi individu-individu muslim seperti perintah untuk menjaga pandangan, hal inipun dibarengi dengan penjagaan sedemikian rupa pada rakyat agar tak terjerumus dalam pergaulan bebas ini dengan memblokir segala hal yang dapat membuat rakyat terjerumus pada perbuatan maksiat ini. Wallahu’alam bis showwab.