Oleh : L. Nur Salamah

Sumber : Kitab Taklimul Muta’alim

Yang ingin saya tekankan dalam tulisan ini adalah bahwa jika kita tidak menta’zimkan ilmu atau tidak mengagungkan Ilmu, maka ilmu yang kita terima tidak akan barokah atau tidak bermanfaat apa-apa.

Kita sadari bersama bahwa generasi saat ini kaya akan pengetahuan namun bisa dikatakan minim adab, sikap dan perilakunnya jauh dari nilai sopan. Oleh karena itu kali ini saya ingin menyampaikan lewat tulisan ini terkait adab dalam menuntut ilmu salah satunya adalah mengagungkan ilmu tersebut.
Adapun bentuk penta’ziman terhadap ilmu itu antara lain :
1). Menghormati ilmu tersebut.
Kata menghormati itu lebih baik dari mentaati. Kenapa saya katakan demikian? Karena orang yang taat belum tentu menghormati. Orang mentaati bisa jadi karena sekedar takut saja. Sedangkan menghormati itu lebih karena adanya cinta dan rasa hormat.

Sikap menghormati itu sendiri terbentuk dari adanya pemahaman dan cinta kepada Allah SWT. Terbentuknya suatu pemahaman juga melalui sebuah proses yang dinamakan dengan pembinaan (tasqif).

Apabila kita mengagungkan ilmu, tentu saja harus menghormati yang menyampaikan ilmu tersebut yaitu Ustadz/ah.

2). Tidak Boleh membuat guru kita kecewa atau sakit hati.
Pernah diceritakan tentang sebuah kisah penuntut ilmu. Yang pada suatu ketika sang guru mendapat musibah, kemudian murid-muridnya datang menjeguk. Ada satu orang yang tidak hadir, yang sebelumnya sudah sering tidak hadir di majlis Ilmu. Sampai akhirnya gurunya mencari-cari. Karena kondisi waktu itu belum ada alat komunikasi seperti sekarang, yang tentunya lebih mudah. Setelah sekian lama, akhirnya bertemu. Lantas sang guru menanyakan keadaanya. Murid ini menjawab, “Sesungguhnya aku mengurus Ibuku”. Kemudian Sang Guru menimpali, “Kamu akan mendapatkan rahmat umur yang panjang, namun tidak akan pernah mendapatkan nikmatnya ilmu.” Dan Hal itu benar terjadi.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan guru kita. Jika tidak hadir dalam majlis ilmunya harus memberikan Informasi. Jangan sampai guru mencari-cari.

3). Menjaga dari hadats dan najis
Diupayakan ketika hendak berangkat ke majlis Ilmu berwudhu terlebih dahulu, serta menjaga kebersihan pakaian.

4). Memperlakukan kitab dan buku-buku dengan baik. Jangan meletakkannya di sembarang tempat. Jikalaulah kita mempunyai anak kecil atau bayi harus dijaga agar kitab atau buku tidak terkoyak, serta menulis dengan rapi dan terang.

5). Memilih bidang ilmu, dalam hal ini tentunya kita menanyakan kepada orang yang memahami bidang ilmu yaitu guru, tentang ilmu apa yang seyogyanya kita pelajari.

6). Berakhlak mulia
“Malaikat (rahmat) tidak akan masuk rumah yang didalamnya terdapat gambar atau anjing.”
Kata anjing di sini bisa ambigu yaitu bermakna ganda. Untuk makna denotasinya memang binatang anjing, untuk makna konitasinya yakni orang yang berakhlak buruk. Oleh karenanya kita senantiasa berusaha menjaga diri dari perilaku buruk.

7). Tidak sombong
Kesombongan itu tibggi, ibarat air tidak akan mengalir ke tempat yang lebih tinggi. Maka ilmu tidak akan pernah sampai kepada orang-orang yang sombong (menolak kebenaran Dan merendahkan orang lain).

Allahu’alam bishowab