Oleh : Ummu Alfin

Luar biasa, Indonesia mendapat peringkat 10 negara penghutang terbesar di
dunia oleh Bank Dunia per Oktober 2020 utang negeri ini nyaris menyentuh Rp
6.000 Triliun (republika.com, 27/12/2020). Miris, negara dengan sumber daya alam yang melimpah harus menanggung hutang yang terus membengkak. Semua ini karena diterapkannya ekonomi kapitalis. Dimana sumber daya alam banyak diberikan kepada kapitalis untuk mengelola dan menikmatinya. Hal ini tercermin dari UU PMA,UU MIGAS,UU SDA DLL.

Hutang juga akan berdampak pada beban berat untuk generasi mendatang
dan menjadi ancaman bagi kedaulatan. Dengan hutang yang semakin besar ini pemerintah
pasti akan menekan pengeluaran Negara dengan sumber daya alam yang melimpah harus menanggung hutang
yang terus membengkak. Semua ini karena ekonomi kapitalis yang di terapkan
oleh negara di mana SDA banyak di berikan kepada kapitalis untuk mengelola
dan menikmatinya,tercermin dari UU PMA,UU MIGAS,UU SDA DLL.

Hutang ini juga akan berdampak pada beban berat buat generasi mendatang
dan ancaman kedaulatan. Dengan hutang yang semakin besar, pemerintah
pasti akan menekan pengeluaran untuk rakyat yang akhirnya subsidi untuk
rakyat juga di kurangi. Selain itu, untuk menambah pemasukan karena beban
pembayaran hutang dan bunga yang semakin tinggi akibatnya pemerintah akan
menaikan pajak kepada rakyat.

Berbeda dengan Islam, syariat Islam adalah ajaran yang sempurna dan dapat diterapkan dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam menangani hutang. Islam tidak akan mengambil hutang yang mengandung riba. Bahkan, Islam mempunyai sistem keuangan yang khas. Islam memiliki lembaga keuangan negara yang mengatur pemasukan dan pengeluaran yaitu Baitul Maal. Harta di Baitul Maal berasal dari 3 pos pendapatan, pertama pos fa’i dan kharaj. Kedua, pos pemilikan umum yaitu fasilitas sarana umum, sumber daya alam (air, padang rumput, barang tambang). Negara tidak boleh memberikan pengelolaannya kepada asing. Kemudian, dikelola untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat. Kemaslahatannya bisa dalam bentuk kesehatan, pendidikan dll. Ketiga, pos sedekah. Pos ini hanya di peruntukkan 8 asnaf sesuai syariat. Sungguh apabila negeri ini mau membebaskan diri dari jeratan ekonomi kapitalis liberal, lalu beralih menggunakan sistem keuangan Islam,insyaa Allah negeri ini akan terbebas dari setiran asing yang berujung pada kesengsaraan umat. Saatnya kita kembali kepada syariat Islam agar tercipta rahmat bagi seluruh alam.
Wallohu’alam