Oleh: Siswati Tri Nurhidayah

Sungguh miris melihat naiknya angka kriminalitas di DIY selama satu tahun ini, sejak adanya pandemi Covid-19. Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin perumpamaan ini tepat untuk menggambarkan kondisi saat ini. Sudah ada pandemi, ditambah kenaikan kriminalitas yang membuat masyarakat semakin merasa tidak tenang.

Sebenarnya pandemi ini jika diatasi secara tepat, insyaa Allah masalah seperti naiknya angka kriminalitas tidak akan terjadi. Terlebih jika mengacu pada keterangan Kapolda DIY yang menyatakan bahwa angka kriminalitas ini naik justru setelah bulan Juli, artinya setelah diberlakukannya era Normal Baru. Maka ini menjadi sebuah pertanyaan, apakah naiknya angka kriminalitas ini salah satunya disebabkan oleh kebijakan Normal Baru yang kurang tepat?

Menjadi keprihatinan tersendiri saat generasi muda yang seharusnya menjadi generasi masa depan umat, justru turut andil dalam naiknya angka kriminalitas, terutama pada kasus penggunaan narkoba. Sungguh, ini merupakan musibah karena kita sudah banyak kehilangan generasi muda yang saleh dan berprestasi.

Demikian juga yang dialami kaum perempuan dari banyaknya kasus KDRT. Perempuan yang seharusnya dilindungi dan diayomi, justru mendapat perlakuan kasar yang tidak semestinya. Padahal perempuan berperan penting dalam melangsungkan proses pembelajaran anak- anaknya, terlebih di masa pandemi yang dilakukan secara daring ini.

Semoga solusi tepat dan menyeluruh dari akar permasalahan, bisa segera dilakukan untuk menekan bahkan menghilangkan angka kriminalitas ini. Mengingat pandemi sudah satu tahun berada di sekitar kita. Dibutuhkan sinergi dan solusi tepat dari banyak pihak, terutama dari negara. Sebagai negeri mayoritas muslim, sudah seharusnya negara mengambil solusi dari Islam. Jangan sampai solusi parsial yang tidak tepat sasaran justru menambah ruwetnya situasi pandemi ini.