Oleh: Nina Ramdani
Aktivis Muslimah Karawang

Meminjam uang atau berhutang pasti semua orang pernah mengalaminyakan? Baik tua maupun muda, laki-laki, perempuan kaya atau miskin pasti pernah berhutang. Ketika seseorang berhutang pasti ada sebabnya. Ada yang karena kebutuhan pangan ada pula yang tuntutan gaya hidup.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini. Kebutuhan hidup setiap keluarga kena imbasnya. Demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari sebagian orang mengambil solusi yang termudah dengan cara berhutang (meminjam). Tapi tidak sedikit orang yang berhutang bukan karena kebutuhan hidup melainkan gaya hidup semata. Akhirnya menghalalkan segala cara agar dapat memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.

Alih-alih meminjam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi sebaliknya demi gaya hidup rela berhutang riba yang justru menjerat dan menyengsarakan. Bukankan Allah sudah melarangnya dalam Al qur’an yang artinya “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba “(TQS. Al baqarah: 275). Dosa riba sangatlah besar dan orang yang memakan riba hidupnya tidak akan tenang.

Hukum meminjam dalam Islam mubah (boleh) hanya saja praktek pinjam meminjam ini ada ketentuan yang diatur oleh syariat. Diantaranya hilangkan praktek riba sebagaimana dijelaskan ayat di atas bahwa riba hukumnya haram. Jadi kembalikanlah dengan ketentuan yang sepadan tidak kurang atau lebih.

Banyak kerugian bagi pelaku riba diantaranya termasuk 7 dosa besar seperti hadis Dari Abi Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Jauhilah oleh kalian tujuh hal yang mencelakakan”. Para shahabat bertanya,”Apa saja ya Rasulallah?”. “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh nyawa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh zina.” (HR Muttafaq alaihi),

Kedua diperangi oleh Allah SWT sebaimana firmanNya yang Artinya “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya.” (TQS Al-Baqarah [2])

Yang lebih mengerikan lagi dosa riba sama seperti berzina dengan ibu kandung sendiri naudzubillah. Bahkan yang lebih dahsyat lagi dosanya setara dengan 36 perempuan pezina, seperti hadis berikut Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, jauh lebih dahsyat dari pada 36 wanita pezina.” (HR Ahmad).

Agar kita terhindar dari dosa riba hendaklah kita menjauhinya, Islam sangat membenci pelaku riba. Selain hidup tidak tenang bahkan bisa menyengsarakan di dunia dan di akhirat. Semoga kita semua terhindar dari dosa riba. Wallahua’lam.