Oleh :Nirwana Sadili
(Guru Aliyah dan Aktivis Muslimah Magetan)

Islam adalah agama wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk dalam kehidupan bagi umat manusia. Petunjuk tersebut berupa al-Qur’an dan al-Hadits yang berisi tentang semua ilmu pengetahuan tentang kehidupan.

Ibnu Khaldun menyatakan bahwa suatu ilmu pengetahuan seperti : kedokteran, kimia, fisika, astronomi, dan lain sebagainya merupakan tanda keberadaan suatu peradaban. Bahkan, menurutnya, maju dan mundurnya suatu peradaban sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang ada. Ilmu pengetahuan merupakan esensi dari suatu peradaban.

Semua ilmu pengetahuan bersumber dari al -Qur’an dan al-Hadits. Semetara al -Qur’an dan al-Hadits adalah kitab yang berbahasa arab. Jadi tidak bisa dipungkiri seorang muslim harus mempelajari bahasa arab untuk memahami semua ilmu. Bagaimana bisa mengamalkan al-Qur’an dan sunnah nabi bila tidak mempelajari bahasa arab.

Belajar bahasa Arab merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Mempelajari bahasa Arab merupakan wasilah terbesar bagi seseorang agar dapat memahami Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar.

Imam Ibu Taimiyah rahimahullah mengatakan:

“Sesungguhnya bahasa Arab itu bagian dari agama. Dan memahami (mempelajari) bahasa Arab itu kewajiban. Karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu hukumnya wajib dan keduanya tidak mungkin dipahami kecuali dengan bahasa Arab. Dan kewajiban apa saja yang tidak sempurna dilakukan kecuali dengan memenuhi sebuah perkara maka perkara itu menjadi wajib.”

Keutamaan bahasa Arab amatlah jelas karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an Al-Karim. Cukup alasan inilah yang jadi alasan besar kenapa kita harus mempelajari bahasa Arab. Keistimewaan bahasa Arab disebutkan dalam Al-Qur’an lebih dari sepuluh tempat, di antaranya (TQS. Az-Zumar: 27-28)

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Bahasa Arab adalah syi’ar Islam dan syi’ar kaum muslimin.” Disebutkan dalam Iqtidha’ Shirath Al-Mustaqim.

Bahasa Arab adalah Bahasa yang Paling Mulia

Ibnu Katsir rahimahullah juga menyatakan, : “Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan pada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Dari berbagai sisi itu, kita bisa menilai bagaimanakah mulianya kitab suci Al-Qur’an.”

Allah Swt me nyatakan dalam al- Qur’anul karim tentang bahasa Arab, : “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

Majunya Peradaban Karena Penguasaan terhadap Bahasa Arab

Peradaban Islam telah Berjaya selama lebih dari 13 abad. Ini disebabkan Karena bahasa arab masih menjadi kekuatan kaum muslimin. Sejarah menjadi bukti yang tak terbantahkan bahwa belum pernah ada peradaban yang sedemikian maju selain peradaban yang telah dibangun oleh Rasulullah dan para sahabat.

Peradaban ini telah memberikan kesejahteraan di segala bidang. Ilmu-ilmu agama berkembang dengan sangat pesat, para mujtahidin lahir pada masa itu. Selain itu ilmu-ilmu sains berkembang dengan sangat pesat. Buku-buku kedokteran, matematika, fisika, astronomi, dsb ditulis dalam bahasa arab. Wajar jika ilmuwan-ilmuwan barat harus belajar bahasa arab untuk menguasai ilmu-ilmu sains dari dunia Islam ini.

Selanjutnya para ilmuwan Eropa pun berbondong-bondong ke Andalusia untuk mempelajari bahasa Arab, dan melakukan gerakan penerjemahan ke bahasa Latin, hingga ilmu yang sekian lama ”dijaga” oleh bahasa Arab akhirnya mulai menerangi Eropa dari masa kegelapan.

Prof. Michail menyatakan bahwa “Sesungguhnya Eropa dengan aneka sastra novelnya yang berhutang kepada negeri-negeri Arab dan bangsa Arab yang bertempat tinggal di Arab Suriah. Mereka yang berhutang banyak atau lebih utama dari pergerakan yang menjadikan abad pertengahan menjadi berbeda dari segi ruh dan dunia ilusi yang sebelumnya “. (Musthafa as-Siba’i, hal.44)

Begitu juga Philip K Hitti dalam bukunya The Arabs: A Short History mengungkapkan bahwa masa kemajuan Islam adalah zaman dimana Bahasa Arab menjadi bahasa resmi pengantar dalam ilmu pengetahuan

Mundurnya Peradaban Karena Mengabaikan Bahasa Arab

Menurut Syaikh Taqiyuddin an Nabhani awal kelemahan pemahaman Islam ini karena umat Islam mulai mengabaikan bahasa arab. Beliau menyatakan:

“Penyebab kelemahan pemahaman Islam ini adalah pemisahan potensi bahasa arab dan potensi agama Islam, yaitu ketika bahasa arab mulai diabaikan dari pemahaman Islam” (Mafahim hizb at-tahrir hal. 3).

Oleh sebab itu setelah diruntuhkannya kekhalifahan Al Utsmani Turki, Musthafa Kamal Ataturk pemimpin baru Turki saat itu mengambil beberapa langkah dalam melakukan proses “baratisasi” untuk menghapus secara total peninggalan kekhalifahan Al Utsmani. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan pelarangan penggunaan bahasa Arab, bahkan untuk shalat. Bahasa Turki sebagai gantinya. Peradaban Islam mulai melemah setelah kaum muslimin mengabaikan bahasa arab.

Penghapusan penggunaan bahasa Arab cukup penting bagi Ataturk dalam melakukan “baratisasi” Turki. Apa yang dilakukan Ataturk adalah jawaban dari upaya negara-negara Eropa dalam melakukan penjajahan.

Tatkala Muhammad Ali Pasha berkuasa, ia menjadikan bahasa Arab sebagai resmi negara dan merupakan bahasa pengantar dalam pengajaran. Saat itu juga didirikan sekolah pendidikan kedokteran yang menggunakan bahasa Arab, demikian juga pengajaran ilmu-ilmu modern, dengan menggunakan bahasa Arab.

Untuk itu itu ketika Inggris menjajah Mesir tahun 1883 juga memerangi bahasa arab. Mereka memaksa pengajaran di sekolah kedokteran dengan bahasa Inggris. Inggris dari awal penjajahannya terhadap Mesir, terungkap bahwa salah satu tujuan penjajah adalah pemusnahan bahasa Arab. Lord Duffrin yang menerima mandat Inggris atas Mesir berkata,”Sesungguhnya harapan untuk memperoleh kemajuan di Mesir lemah, selama warganya berbicara bahasa Arab secara fasih.” (lihat, Madhal ila Fiqh Al Lughah Al Arabiyah, hal. 154,155)

Penjajah manjadikan bahasa Arab sebagai “target” karena mereka amat memahami, bahwa bahasa Arab memiliki peran kunci dalam tegak dan bangkitnya peradaban Islam. Karena peradaban Islam sendiri tegak di atas dua hal, bahasa Arab dan syariat Islam.

Demikianlah upaya-upaya barat untuk menghancurkan bahasa arab untuk melemahkan Islam dan menjajah negeri-negeri Muslim.
Walhasil, jika kita ingin membangkitkan umat Islam saat ini maka potensi Islam dan potensi bahasa arab mestilah diintegrasikan. Karena bahasa arab adalah modal dasar untuk memahami Islam dengan benar serta modal dasar untuk menggali hukum Islam (istinbathul ahkam) terhadap persoalan kontemporer yang dialami umat manusia.

Wallahu ‘a’lam bishawab