Oleh: apt. Ika Dyah Fitriani, S.Farm (Apoteker, Aktivis Dakwah Semarang)

Sejak masuknya wabah Covid 19 ke Indonesia yaitu bulan maret 2020 hingga saat ini belum ada tanda-tanda mengalami penurunan kasus. Sebaliknya justru semakin hari semakin bertambah kasus pasien Covid 19.

Sudah banyak yang dilakukan pemerintah dalam menangani wabah Covid 19 ini, mulai dari PSBB berkali-kali, new normal, reshuffle menteri kesehatan hingga vaksin yang kini jadi penantian tak juga memberikan solusi.

Pakar Epideimolog Griffith University, Dicky Budiman menyebut situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini akan memasuki masa kritis. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini dan dalam 3 sampai 6 bulan ke depan memasuki masa kritis mengingat semua indikator termasuk angka kematian semakin meningkat. Ia mengatakan vaksin bukan solusi ajaib, karena hanya memangun kekebalan tubuh. . Meskipun telah merima vaksin namun masih memungkinkan untuk tertular Covid-19 hanya saja diharapkan dampaknya tidak terlalu parah dengan sebelum pemberian vaksin. (tirto.id, 02/01/2021)

Hal ini bisa terlihat, kita bisa mencontoh saat pandemi cacar, walau sudah ada vaksin, selesainya dalam 200 tahun. Kemudian polio baru selesai dalam 50 tahun. Covid-19 pun sama, bukan berarti setelah disuntikan langsung hilang. Membutuhkan bertahun-tahun untuk mencapai tujuan herd immunity.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito mengingatkan vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah didistribusikan ke sejumlah daerah belum boleh disuntikkan. Sebab, masih belum mengantongi izin penggunaan darurat atau EUA. Hanya berlaku izin edar. (Merdeka.com, 04/01/2021).

Sistem Kapitalis Memandulkan Solusi Tuntas
Paradigma yang terbangun hari ini tidak lain dari asasnya. Aturan demokrasi lahir dari rahim sistem kapitalis dengan asas kebebasan dan untung ruginya membuka celah pensolusian dengan gegabah. Padahal tidak sedikit yang mungkin menolak. Kedaulatan ditangan rakyat memandulkan kesejahteraan.

Demokrasi yang menjadikan manusia membuat aturan berdasarkan rujukan akalanya telah nyata gagal mengatasi dunia. Untuk itu allah telah menegaskan bahwa pembuat hukum mutlak kendali Allah. Manusia terbatas dengan akalnya, dan pencipta menyelematkan dengan memberi solusi bagi dunia.

Namun itu semua tidak mampu bersatu dengan sistem hari ini,kapitalis juga melahirkan aturan, namun kenyataanya hari ini jauh panggang dari api. Solusi matang tidak pernah hadir melingkupi masalah negeri bahkan menjauhkan rakyat dari haknya untuk diayomi dan diurusi.

Solusi permasalahan hari ini diukur berdasaran untung rugi, wajar jika solusi tidak pernah merata menyentuh akar masalah hari ini. Kebijakan yang lahir bukan seperti solusi hanya berbuah ilusi. Umat tidak bisa bertahan dan mencoba baik-baik saja dengan sistem hari ini.

Adakah solusi jitu menyelesaikan masalah dari akar, agar solusi tambal sulam ini tidak kian mencekik segala sendi kehidupan ?

Sistem Islam Menyelamatkan dan Mensolusikan

Islam adalah solusi sebagaimana dalam QS. Al-Anbiya 107. Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. Islam diturunkan pncipta sepaket dengan aturan bagi kehidupan seluruh manusia yang ada didunia.

Islam akan memberikan rahmat bagi seluruh alam yang itu merupakan janji dari Allah dan kabar gembira dari Rasulullah. Kewajiban kita untuk menerapkan syariat islam secara kaffah termasuk dalam penanganan pandemi.

Dalam penanganan wabah, untuk pertama yang akan dilakukan oleh islam adalah mengajarkan untuk melakukan karantina atau lockdown.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan, “Rasulullah SAW bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun
itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu.” (HR Bukhari-Muslim).

Selama menjalani karantina negara akan menjamin pemenuhan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Berbeda dengan sistem kapitalis saat ini, saat diberlakukannya lockdown bukannya berdiam diri dirumah dan membatasi aktivitas dirumah tetapi masih banyak dijumpai masyarakat yang beraktivitas diluar rumah hanya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Karena dalam kapitalis negara tidak akan mau mengeluarkan dana untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya.

Islam memberikan solusi tuntas, dan mengedepankan keselamatan umat diatas segalanya. Ada 3 kebutuhan umat yang harus ditanggung negara salah satunya yaitu kesehatan. Negara islam (khilafah) betul-betul hadir memfungsikan diri sebagai pengurus dan pengayom rakyat sebagaimana perintah syariat: menjamin kebutuhan mereka dengan sebaik-baiknya, mulau dari kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, keamanan hingga kesehatan.

Islam juga menjamin pelayanan kesehatan gratis dan berkualitas. Bukan hanya untuk pengadaan vaksin apabila dibutuhkan tetapi juga untuk tenaga kesehatan, alat-alat medis yang dibutuhkan, obat-obatan akan disediakan oleh negara islam. Karena negara akan mengusahakan agar nyawa rakyat bisa tertangani dengan benar, bukan lagi tentang
untung dan rugi tetapi nyawa rakyat yang utama.

Dalam pengembangan riset dan teknologi, islam sangat mendukung dan menjamin. Negara akan membiayai untuk pengembangan vaksin. Berbeda dengan saat ini, untuk pengadaan vaksin saja harus hutang kepada negara lain.Peran negara dalam islam yaitu mensejahterakan seluruh rakyat, akan membawa ummat keluar dari masalah pandemi.

Sistem islam dambaan umat, sudah saatnya berjuang menegakkan dan mengembalikan kehidupan yang penuh rahmat. Melahirkan aturan sesuai fitrah manusia. Dunia butuh solusi bukan ilusi.

Wallahu’alam**