Oleh : Lutfia Annisa (Mahasiswi dan Aktivis dakwah)

Awal tahun kali ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Masih banyak kasus-kasus yang sangat menekan batin para orang tua. Kasus penahanan Ibu kandung karena KDRT terhadap anak terjadi di Demak. Seorang anak menolak untuk dilakukan pencabutan laporan terhadap Ibu kandungnya (Kompas.com 10/1/2021). Kasus pencabulan terhadap anak juga masih tinggi terjadi di Indonesia. Pada laporan SoloPos.com (10/1/2021) bahwa ada peningkatan tajam kasus pencabulan di daerah Karanganyar di tahun 2020. Kasus pencabulan ini biasa dilakukan oleh orang terdekat anak, seperti tetangga, saudara atau bahkan orangtuanya sendiri. Di masa pandemi seperti saat ini juga semakin memberikan peluang kasus anak untuk berhadapan dengan hukum lebih meningkat. Gatra.com (31/12/2020) menyebutkan bahwa anak-anak mendapat iming-iming atau bahkan tekanan dari orang lebih dewasa untuk melakukan tindakan kriminal. Kasus yang masih hangat di sosial media adalah bullying yang terjadi di kota Gresik (Surya.co.id 10/1/2021), serta masih banyak kasus-kasus yang lain.

Kasus-kasus yang menimpa keluarga ini merupakan hasil dari adanya pemisahan agama dengan kehidupan. Agama yang seharusnya menjadi pedoman dalam berperilaku tidak lagi dikaitkan dalam kehidupan. Sebagai Muslim, kita dilarang melakukan pemisahan agama dengan kehidupan (sekuler). QS. Al-Baqarah: 2 , Firman Allah swt :

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”

Adanya isu sekulerisme dan radikalisme yang terus diaruskan mampu menghasilkan keluarga yang semakin jauh dari agama. Orang pada umumnya lebih terbiasa melakukan hal-hal diluar syari’at karena sudah umum dilakukan. Sedangkan, dalam melakukan ketaatan kepada Allah swt menjadi asing dan tersingkirkian karena menjadi kaum minoritas. Inilah wajah umat Muslim yang banyak terjadi saat ini

Keluarga merupakan hal terpenting dan menjadi tempat pendidikan pertama bagi anak. Keluarga harus mampu membentuk anak menjadi sebaik-baik tauladan umat Muslim yaitu Rasulullah. Rasulullah merupakan sosok yang sempurna dan menjadi satu-satunya suri tauladan kita dalam kehidupan di dunia ini. Mencintai Rasulullah merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat Muslim. Bahkan, kecintaan kita kepada Rasulullah tidak bisa dibandingkan dengan kecintaan kita terhadap keduniawian. Dalam Firman Allah swt QS. At-Taubah:24:

“Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”

Allah swt telah menciptakan kita beserta pedoman kita dalam menjalankan kehidupan di dunia. Maka, menjadi hal yang penting bahwa umat Muslim harus selalu mencintai Rasulullah dan butuh syari’at Allah swt untuk menyelamatkan kita dari siksa baik di dunia dan akhirat. Wallahu’alam.