Episode: “Menjala Doa Mamah (Bag.2)
Oleh: Maman El Hakiem

Kehadiran mamah di rumah saat usia senjanya adalah latihan keimanan. Ada kesabaran anak menunjukkan baktinya. Mungkin terasa lelah, tetapi nilai berat amalnya tidak seberapa saat beliau merawat anak-anaknya. Karena mamah begitu ikhlas membesarkan anak-anaknya hingga hidupnya bisa mandiri, bahkan sampai akhir hayatnya.

“Defi, tolong bantu mamah rasanya ingin melihat tanaman bunga yang di depan rumah.” Pinta mamah dari kursi rodanya. Mamah terkena stroke kedua, jadi hari-harinya kalau tidak berbaring, duduk di kursi roda.

“Baik mah, Defi temanin mamah.” Jawabku, lalu membantu mendorong kursi rodanya.

Sesampainya di halaman rumah, mamah tampak senang melihat-lihat tanaman bunga.

“Bunga anggrek bulan itu tampak selalu segar ya?” Tanya mamah, sembari memperhatikan tanaman bunga anggrek.

“Ya, itu tanaman anggrek yang dulu mamah pesan untuk dirawat, Defi dan Mas Harun selalu merawatnya dengan baik.” Sahutku.

“Bunga anggrek adalah bunga yang mungkin sulit mendapatkannya, tumbuh alami di hutan yang sulit dijamah orang. Hanya mereka yang beruntung mendapatkannya. Begitulah doa ibu untukmu.” Mamah bercerita penuh nasihat.

“Doa mamah rasanya terkabulkan karena mendapatkan mantu sebaikmu, Harun tidak salah memilih jodohnya.” Ucap mamah yang tangannya megusap tanganku.

Aku hanya bisa tersenyum, karena setiap mendengarkan ucapan mamah tidak lepas dari doa. Aku ingin menjala doa mamah terlebih karena mamah adalah satu-satunya ibu yang masih ada. Aku telah yatim saat usia menginjak 21 tahun. Jadi, betapa doa orang tua selalu ingin kuharapkan.

Mamah dan kursi rodanya, telah membatasi gerak hidupnya. Dunia baginya terasa menjenuhkan. Karena itu kehadiranku di sampingnya menjadi teman bercerita. Setiap pagi saat sinar matahari terasa hangat, mamah kuajak berjemur di halaman rumah. Kuatur jadwal makannya, begitupun keperluan hajatnya selalu kusiapkan pampers dan menggantinya setiap berkala.

Sakitnya mamah sebenarnya peluang meraih pahala sabar buat anak-anaknya. Bagaimana anak memperlakukan orang tuanya, maka kelak ia akan menjemput doa yang terkabulkan saat anak-anaknya bisa menjadi penyejuk mata dan penenteram hati.

Tujuh malaikat kecil yang hadir dalam kehidupanku adalah ladang tanaman yang bukan sekedar membawa rezeki, tetapi harus pula dipupuk dengan ilmu dan teladan yang baik dari orang tuanya. Mereka harus belajar bagaimana melihat mamah dan papahnya hidup bersama neneknya. Mereka juga ingin menjala doa dari orang tuanya. (Bersambung).