Oleh: Rita Khoerunisa
Aktivis Remaja Muslimah Karawang

“Tahu bulat di goreng dadakan lima ratusan gurih-gurih enyoy”.
Pasti kalian sering sekali mendengar suara ini di dekat rumah kalian kan. Yups jajanan murah ini sudah viral sejak 3 tahun terakhir ini. Selain harganya yang murah rasanya pun tak kalah enak. Makanya, tahu bulat sangat disukai banyak kalangan. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Ups, jadi ngomongin tahu bulat hehe

Ngomongin tahu bulat, jadi keingetan dengan harga kedelai yang melonjak naik. Nah apakah tahu bulat kedepanya masih dijual lima ratusan ya guys? Mengingat bahan dasar tahukan dari kedelai.

Kabarnya di Jakarta pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Jawa Barat (Puskopti Jabar) menyatakan mulai tanggal 4 Januari 2021 harga jual tahu dan tempe naik sebesar 20 persen hingga 30 persen. Kenaikan tersebut karena harga bahan baku tahu tempe yaitu kedelai mengalami kenaikan dari awalnya Rp 6.000 – 7.000 per kilogram menjadi Rp 9.400 – 10 ribu per kilogram. (Liputan06.com)

Wah, wah, wah. Sedih sekali rasanya mendengar kabar dari pemerintah tentang kenaikan harga tempe dan tahu diawal tahun ini.

Survey membuktikan bahwa tempe dan tahu adalah makanan yang sangat di gemari oleh masyarakat. Karena harganya yang terjangkau juga rasanyanya yang enak.

Bagaimana jadinya jika sekarang saja harga tempe dan tahu sudah naik. Bisa-bisa orang pada diet karena harga tempe tahu yang melonjak. Hehe

Sebenernya ada apa sih, ko sampai bisa harga tempe tahu naik? Trus solusinya harus gimana?
Harga tempe tahu naik bukan tanpa sebab guys, itu disebabkan karena persediaan bahan baku nggak ada walaupun ada harganya mahal banget. Dan yang lebih prihatin lagi kedelai yang kita gunakan selama ini dari hasil impor.

Alih-alih impor kedelai jadi solusi ketika bahan baku nggak ada, namun sebaliknya malah bikin negara kita ketergantungan dan biang dari kenaikan harga. Terus, solusinya gimana dong?

Guys, percayakan setiap masalah ada solusinya, emang solusinya dari mana? Islam. Yap. Islam bukan hanya sekedar agama yang mengurusi perkara ibadah aja loh, tapi Islam juga agama yang mengatur semua sendi kehidupan, mulai dari mengatur sistem pergaulan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan lain-lain termasuk mengatur dalam bidang agraria yaitu hasil dari pertanian kedelai. Lengkap ya.

Dalam sistem Islam akan mengatur bidang agraria dengan memberikan fasilitas terbaik bagi para petani kedelai seperti pengadaan mesin-mesin pertanian, benih unggul, pupuk, serta sarana produksi pertanian lainnya pokonya semua dipermudah agar hasil melimpah dan kualitas terbaik. Kalau udah seperti itu nggak ada yang namanya bahan baku langka apalagi sampai harga naik. Masyaallah ya Islam.

Ketika ketersediaan bahan baku pun tercukupi maka kebutuhan pangan setiap keluarga pun terpenuhi. Terus harga tahu bulat tetep lima ratusan bahkan bisa turun loh. Wah… mau banget. Itu semua bisa terwujud hanya dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah (sempurna) maka kemandirian pangan akan terwujud dan kesejahteraan akan diraih. Wallahua’alam.