Oleh: Ria Asmara

Mendung kembali menyelimuti hati kaum muslimin. Hari ini sang inspirator Al-Quran Indonesia, Syaikh Ali Jaber berpulang. Beliau adalah uluma yang lurus. Banyak cinta yang beliau tebar untuk umat ini.

Kepergiannya, menyisakan banyak air mata. Umat betul-betul kehilangan. Kehilangan sosok ulama kharismatik. Ulama yang keteguhannya di jalan dakwah tidak bisa dibelokkan dengan rupiah.

Beliau tetatap teguh berdiri di barisan umat, meski kondisi umat sedang tidak baik-baik saja. Beliau tidak memilih berdiri pada posisi aman. Bahkan, nyawa beliau pertaruhkan di jalan dakwah.

Sungguh, wafatnya beliau menyisakan duka di langit nusantara pun alam semesta. Alam seolah mati, karena ulama yang wafat membawa ilmu berupa cahaya yang menerangi umatnya.

Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari seorang hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Hingga bila ulama tak tersisa, maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Ketika ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Bukhari Muslim)