Oleh: Desi Wulan Sari
(Muslimah Pegiat Literasi)

Kabar duka menyelimuti negeri, satu lagi ulama hanif telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Diam sesaat mencoba mencerna kabar duka yang baru terdengar. Innalillahi wainailaihi rojiun. Kepergian beliau telah menorehkan luka bagi seluruh umat Islam.

Ia adalah Sosok ulama yang selalu membuat hati tenteram saat mendengar kalimat-kalimat tausiyah dalam dakwahnya. Mengajarkan AlQuran kepada murid-murid tahfidz se Indonesia yang ia kasihi. Kecintaannya pada kitabullah, karena Allah telah menjanjikan sendiri bahwa Alquran adalah penerang jalan kehidupan manusia, sebagai cahaya alam kubur jiwa manusia, dan sebagai penolong amalan di akhirat kelak.

Malam ini aku berdoa mengantar kepergianmu. Jejakmu masih tampak dalam pelupuk mata.  Ayat demi ayat kau lantunkan dengan suara hatimu. Allah yang Maha  Mengetahui ketulusanmu, keikhlasanmu, keridhoanmu dalam pengabdian diri untuk Alquran, mengamalkannya dalam kehidupan dan mengajarkannya kepada murid-murid yang dikasihi.

Umat menyaksikan betapa engkau seorang ulama hanif, gugur atas sebab apapun tidaklah menjadi masalah, yang pasti Allah sayang padamu. Allah memilihmu untuk lebih dulu beristirahat dengan damai. Allah ingin melihat para penerus dakwah penghafal AlQuran untuk terus mengamalkan ilmu yang telah engkau berikan dan perjuangkan untuk umat.

Teruslah bersinar dimanapun engkau berada. Karena Alquran yang engkau cinta senantiasa menyinari langkahmu menuju tempat pertemuan akhir dengan sang khaliq. Tersenyumlah bersama aliran cahaya abadi dalam indahnya keabadian husnul khatimah.

Selamat jalan ulamaku, selamat jalan gurunda AlQuran Syech Ali Mohammad Ali Jaber

Bogor, Kamis, 14 Januari 2021.