Oleh: Opa Anggraena

Anak merupakan anugrah terindah yang pasti didamba setiap orang tua. Dianggap sebagai pelipur lara, pelengkap kehidupan rumah tangga dan anak juga bisa menjadi investasi akhirat bagi orangtuanya. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya” (HR Muslim)
Do’a anak soleh yang selalu mendo’akan kebaikan bagi orang tuanya inilah yang dimaksud investasi akhirat bagi kita, para orangtua ketika sudah meninggal. Dalam Islam, anak merupakan amanah yang besar. Allah SWT akan mintai pertanggung jawaban kita dalam mendidiknya. Karena Allah SWT akan bertanya terlebih dulu bagaimana kita dalam mendidik anak sebelum Allah SWT bertanya bagaimana bakti anak terhadap orangtuanya.
Tentu setiap orangtua menginginkan anaknya menjadi investasi akhirat. Oleh karenanya orangtua harus faham akan kewajibannya memberikan pendidikan agama yang terbaik bagi anak. Adapun hak anak yang harus orangtua penuhi seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Hak anak yang harus dilaksanakan oleh orangtua ada tiga yaitu; Memilihkan nama yang baik, mengajarinya kitabullah (memberi pendidikan agama) dan meniikahkannya apabila telah dewasa (agar tidak tergelincir kepada zina) juga memilihkan ibu yang baik.”


Pernah di kisahkan seorang ayah yang mendatangi dan mengadu kepada Sayyidina Umar bin Khattab RA dan dia berkata berkata: “Putraku ini durhaka kepadaku.” Maka Umar berkata kepada anak lelaki itu: “Apakah kau tidak takut kepada Allah? Engkau telah berbuat durhaka terhadap ayahmu, engkau tahu kewajipan anak untuk orang tua?
Lalu anak itu bertanya: “Ya Amirul Mukminin, apakah anak itu tidak berhak terhadap ayahnya?” Jawab Umar: “Ada hak yakni harus memilihkan ibu yang bangsawan, jangan sampai tercela kerana ibunya, harus memberi nama yang baik, harus mengajari kitabullah”.
Maka berkata anak itu: “Demi Allah, dia tidak memilihkan untukku ibuku, dia membeli budak wanita dengan harga 400 dirham dan itu ibuku. Dia tidak memberi nama yang baik untukku, saya dinamai “kelelawar jantan” dan saya tidak diajari kitab Allah walau satu ayat”. Maka Umar menoleh kepada ayahnya dan berkata: “Engkau telah durhaka kepada anakmu sebelum ia durhaka kepadamu. Pergilah engkau dari sini”.


Dalam kisah di atas kita bisa melihat bagaimana pentingnya ditunaikannya hak atas anak dan bagaimana Islam memberikan amanah besar bagi kita para orangtua. Amanah yang sewaktu-waktu bisa Allah SWT ambil meski kita belum sempat merawat, menjaga amanah itu dengan baik. Pendidikan yang salah akan berpengaruh pada tingkah laku anak di masa depan. Kita sebagai orangtua pun harus belajar dan terus tolabul Ilmi agar bisa memberikan pendidikan yang sesuai dengan yang Allah SWT perintahkan. Memberikan pendidikan agama yang sesuai akan syariat Islam yang kelak akan menjadikan anak anak kita penolong agama Allah SWT. Islam sendiri sudah memberikan contoh tokoh suri tauladan kepada kita bagaimana caranya mendidik anak yang sesuai dengan syariat. Yakni Nabi Muhammad SAW. Adapun dia yang bukan Nabi namun namanya di abadikan dalam Al-Qur’an karena luar biasanya dia dalam mendidik anaknya yakni Lukmanulhakim. Tokoh-tokoh di atas sudah sepatutnya kita jadikan contoh untuk kemudian kita praktikan dalam mendidik anak-anak kita. InsyaaAllah jikalah kita mendidik anak-anak kita sesuai dengan syariat maka kelak dia akan menjadi investasi akhirat kita. Wawlohu’alam Bishawab.