Oleh : Intaniah Tahir

Dalam kisah akhir zaman
Satu jalan menuju syurga menjadi ternodai
Engkau menerang lupa akan dewasamu
Berteriak akulah yang benar
Wahai pemudi yang berakal, sadarlah
Siapakah yang telah engkau hukum itu?
Dialah yang menjadi keridhoan Rabb mu, dialah Ibumu


Keluarga adalah bagian terpenting dalam hidup yang mengajari akan indahnya kasih sayang, kepedulian dan saling support. Namun dalam sistem sekuler keluarga ini, telah menghilangkan nilai-nilai islami, keharmonisan dalam setiap anggota keluarga inti nyatanya menjadi renggang. Pendidikan anak yang menekan akan kesuksesan bersifat dunia,maka tak heran hubungan antar anggota keluarga inti melahirkan komunikasi bisnis, dimana interaksinya hanya bertajuk kekayaan atau materi. Interaksi yang tercipta akan menjadi serius ketika telah memasuki pembahasan untung dan rugi. Seorang istri akan sibuk menanyakan pendapatan suami, begitu pun sang anak akan sibuk meminta materi. Hingga akhirnya menjadi suatu kebiasaan,maka tak ada lagi motivasi layaknya ibu kepada anak dan sistem sekuler liberal ini secara perlahan telah mengkikis nilai islam yang seharusnya tertanam dalam setiap keluarga. Sabagai contoh kasus nyata” M (40), warga asal Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat (NTB)  datang ke Mapolres Lombok Tengah hendak melaporkan ibu kandungnya K (60), ke polisi (Tribunnews. Com, 29 Juni 2020)
Dalam kasus diatas tidakkah menjadi bukti gagalnya membentuk keluarga yang harmonis, pengajaran akan berbakti kepada kedua orang tua sepertinya tak lagi menjadi panutan.


Sebenarnya, kekuatan keluarga tidak ditentukan oleh jumlah anggota, melainkan oleh jumlah cinta yang diberikan dan diterima, hal inilah yang menjadi dasar terbentuknya keluarga islam.Selain itu, perlunya penerapan islam kepada anak sejak dini, karena ini akan menjadi sumber berjalannya fungsi keluarga dengan baik. Dalam firman Allah SWT.  (Qs Al isra : 23)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Selain itu, keluarga adalah tempat dimana nilai-nilai islam dan ajaran agama diajarkan untuk pertama kali dan dalam keluarga juga, orangtua serta anak-anaknya akan menjaga satu sama lain dari perbuatan maksiat dan saling mengingatkan.Seperti yang disebutkan dalam QS. At Tahrim Ayat 6: “Hai orang-orang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari (kemungkinan siksaan) api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah para malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”


Keluarga yang baik mencerminkan pula nilai-nilai agama dipahami dan diamalkan secara nyata karena agama menegaskan kewajiban suami menjadi teladan bagi istri dan anak-anaknya. Agama mengajarkan istri mendidik dengan penuh kasih sayang dan agama mengajarkan anak menghormati dan bersikap santun kepada orang tuanya.
Peran negara disini pun sangat diperlukan pula untuk memberikan dukungan dalam berupa solusi jelas ketika orang tua memiliki problematika saat mendidik anak, seperti menyediakan lembaga konseling serta ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya keluarga yang harmonis dan memiliki nilai-nilai agama. Wallahu A’lam bisshowab