Karya: Warjianah
(Pemalang, Jawa tengah)

Setelah sekian lamanya pemerintah mencari solusi penanggulangan kejahatan seksual terhadap anak, akhirnya pemerintah memilih tindakan suntik kebiri. Yang mana peraturan ini tertera dalam PP 70 th 2020, pemerintah menganggap bahwa tindakan ini akan memberikan efek jera bagi pelaku. Pada kenyataannya hukuman yang di usung pemerintah gagal memberikan efek jera para pedofil, seperti hukuman di penjara. Selesai dari penjara justru pelaku melakukan aksinya lagi. Ternyata aturan kebijakan pemerintah kita dalam menangani kasus ini mengikuti dari beberapa negara seperti:Australia, hungaria, Spanyol, Rusia, Korea Selatan, Perancis, Selandia baru, dan Amerika serikat. Negara luar menerapkan aturan kebiri, kini indonesia mau ngikuti.

Padahal praktik hukuman kebiri kimiawi telah dianggap sebagai “perlakuan yang tidak manusiawi” oleh lembaga pegiat hak asasi manusia, Amnesty International.

“Pada awalnya, kebiri kimia yang dipaksakan bisa dianggap sebagai keputusan biasa, namun hal ini tidak sesuai dengan hak manusia yang sudah menjadi dasar dari masyarakat demokratis yang beradab,” tulis Amnesty International pada Maret 2012.

Menurut Don Grubin, profesor psikiatri forensik di Universitas Newcastle, Inggris, terdapat efek samping yang beresiko bagi pelaku dari obat yang digunakan pada hukuman ini.

“Ini jelas bahwa obat tersebut bekerja. Jika kamu melihat laki-laki, obat tersebut mengurangi hasrat seksual secara drastis. Obat tersebut dapat mengurangi perilaku tersebut,” katanya.

Ada juga beberapa efek samping pada tubuh yang beresiko jika obat ini telah digunakan, yaitu pengapuran tulang atau osteoporosis, perubahan pada kesehatan jantung, kadar lemak darah, tekanan darah, dan gejala yang menyerupai menopause pada perempuan.

Sudah seharusnya dalam menentukan solusi permasalah kehidupan tidak mengikuti negara barat. Sebab agama islam sudah sejak dulu menangani masalah pedofil, bahkan di jelaskan sanksi jera bagi si pelaku, yakni bagi yang belum menikah dia akan di cambuk. Sebaliknya bagi yang sudah menikah dia akan dirajam.