Oleh: Andarwati

Negeri ini sedang berduka, Musibah demi musibah terjadi di negeri ini seperti gempa bumi di sulawesi, banjir bandang disumedang, dan longsor, ini merupakan bagian dari Qodho Allah.
Allah berfirman dalam surat at-taubah ayat 51 “tidak akan pernah menimpa kami melainkan apa yang memang telah Allah tetapkan untuk kami. Dialah pelindung kami karena itu hanya kepada Allah kaum Mukmin harus bertawakal.

Karena itu dalam menghadapi musibah apapun yang tidak bisa ditolak maka setiap muslim harus bersikap:

  1. Bersikap selalu sabar, karena kesabaran ini harus terus dipupuk dan dipelihara sebab Allah akan menguji sejauh mana kesabaran hamba-hambaNya. Bagi orang-orang yang sabar Allah membawa berita gembira dalam surat Al-Baqarah: 155 “gembirakanlah orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun.”
  2. senantiasa lapangan dada atau ridho dan bertawakal. Mengembalikan semuanya musibah yang terjadi kepada Allah, Rasulullah bersabd: “Allah berilah aku pahala karena musibah ku ini dan berilah aku pengganti yang lebih baik dari musibah ini kecuali Allah memberi dia malah dalam musibah dan mengganti musibah itu dengan yang lebih baik untuk dirinya (HR muslim)”

Dengan bersikap sabar dan Ridha akan datangnya musibah ini akan mendatangkan banyak hikmah dan kebaikan

  1. Musibah bisa menghapus dosa
    Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau lebih baik dari itu kecuali dengan itu Allah meninggikan dia 1 derajat atau Allah menghapuskan dari dirinya satu dosa(HR Muslim)”
  2. Dengan melalui bencana Allah ingin menunjukkan kekuasaannya kepada manusia, Allah juga mengingatkan bahwa manusia itu adalah makhluk yang lemah, akalnya terbatas, manusia membutuhkan bantuanNya.
    maka dari itu tidak sepanas manusia sombong di hadapan Allah, tak sepantasnya manusia itu menyangka telah sanggup menguasai dan mengatur dunia.

Jadi musibah yang menimpa pada dasarnya untuk memberikan peringatan kepada manusia agar manusia kembali pada kesadaran akan kemahakuasaan Allah, Allahlah yang Menciptakan manusia dan alam semesta, dengan musibah ini manusia juga diharapkan menyadari betapa lemahnya manusia, terbatas kemampuannya maka dengan musibah ini manusia juga diharapkan kembali menyadari bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah tidak selayaknya bermaksiat kepada Allah tidak menyimpang atau menyalahi peringatan apalagi sampai mendustakan dan mengabaikan hukum-hukum syariah Allah.
Allah berfirman surat At Thaha: 124 “Siapa saja yang berpaling dari peringatan Aku sungguh bagi dia penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpun kan diri pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Karena itu satu-satunya cara untuk mengakhiri ragam bencana ini tidak lain dengan segera bertaubat kepada Allah yang harus dilakukan oleh segenap komponen khusus para penguasa dan pejabat negara, karena mereka harus segera bertaubat dari dosa dan kemaksiatan yang telah mereka lakukan.

Terjadinya ragam kesulitan dan musibah terbesar adalah saat manusia terutama penguasa tidak berhukum dengan hukum Allah maka harus dibuktikan dengan kesediaan mereka untuk mengamalkan dan memberlakukan syariat secara Kaffah dalam semua aspek kehidupan.

Allah berfirman surat al-a’raf: 96
“Andai penduduk negeri beriman dan bertakwa pasti kami akan membukakan untuk mereka keberkahan dari langit dan bumi akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami sehingga kami menyiksa mereka sebagai akibat dari apa yang mereka perbuat”. wallahualam bishowab