Oleh : Ummu Alfin

Sungguh miris seorang anak melaporkan ibu kandungnya hanya karena amarah dan harta (tribun.news.com,Lombok 9/6/ 2020), (detik.com, 09/1/2021). Banyaknya persoalan yang dihadapi keluarga saat ini membuat kasih sayang dalam keluarga sudah luntur bahkan hilang. Hubungan antar antara keluarga hanya bernilai manfaat dan materi, inilah fakta yang membuat miris yang lahir dari sistem yang rusak dan merusak yaitu sistem kapitalis sekuler. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan serta manfaat yang menjadi tolak ukur atas semua perbuatan manusia. Bebas berbuat Sesuka Hati atas dasar liberalisme atau kebebasan, tanpa melihat benar atau salah. 
Kebebasan yang menghasilkan generasi durhaka karena hilangnya penghormatan dan kasih sayang terhadap orang tua terlebih kepada Ibu, kebebasan yang menyebabkan rusak dan hancurkan tatanan keluarga,masyarakat bahkan negara.
Apakah kita akan tetap mempertahankan sistem rusak yang merusak keluarga muslim? dan membiarkan generasi muslim jauh dari Islam serta menjadi generasi durhaka? Tentu tidak bukan? Kita tidak boleh membiarkan sistem ini terus merusak tatanan keluarga karena keluarga adalah tempat pertama tumbuhnya generasi, tempat berteduh, bercerita, berbagi, serta benteng perlindungan dan tempat kembali. Saatnya kita mencampakkan sistem kapitalis sekuler liberal yang merusak, dan bersegera kembali kepada sistem Islam, karena Islam mengatur seluruh aspek kehidupan dan memberikan solusi tuntas atas seluruh permasalahan yang menimpa umat manusia termasuk masalah keluarga. 
Syariat Islam jelas, tegas, memuaskan akal, dan sesuai dengan fitrah manusia.Akan tetapi syariat Islam tidak akan tegak apabila tiga pilar syarat tegaknya syariat Islam tidak diterapkan dalam kehidupan yaitu, 
pertama, pembinaan dalam keluarga yang melahirkan ketakwaan individu, individu yang hanya patuh pada Allah dan ikhlas dengan Islam yang diyakininya serta mau diatur dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, hingga seorang anak memahami kewajibannya untuk menghormati dan memuliakan orang tua terlebih ibu. 
Kedua, kontrol masyarakat yang menciptakan Amar ma’ruf nahi mungkar secara keseluruhan dalam masyarakat.
 Ketiga, adanya sistem terpadu yang dilaksanakan oleh negara sebagai pelaksana aturan Allah dan Rasulnya, untuk menyiapkan berbagai perangkat yang mewujudkan ketahanan, keharmonisan serta kesejahteraan keluarga melalui penerapan Islam secara keseluruhan. 
Negara menciptakan suasana yang kondusif dalam masyarakat tempat generasi menimpa pengalaman hidup dan menempa mentalnya, menyediakan pendidikan yang berlandaskan Aqidah Islam yang melahirkan generasi berkepribadian Islam. Sungguh dengan kembali kepada Islam dan menerapkan syariat Islam secara keseluruhan akan melahirkan generasi dengan keimanan dan ketaqwaan yang terus menyatu di dalam hatinya, yang menjadi dasar terciptanya peradaban Cemerlang yang mewujudkan kesejahteraan dan rahmat bagi manusia dan seluruh alam.
Wallahu’alam