Oleh : Andri Septiningrum, S.Si
(Ibu Pendidik Generasi)

Sosok yang sangat dimuliakan Allah dalam Al-Qur’an adalah ibu. Kenapa ibu? Allah sebagai pemilik diri kita insyaaAllah benar-benar mengetahui kenapa ibu yang sangat mulia posisinya. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟

قَالَ أُمُّكَ. قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ 

“Dari Abu Hurairah, dia berkata, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasul pun menjawab: ‘Ibumu’. ‘Lalu siapa lagi?’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ayahmu’.”

Bagi kita yang sudah berpredikat sebagai ibu, insyaaAllah kita paham betul bagaimana rasa sayang ibu kepada anaknya. Seorang ibu akan berusaha memaafkan sebesar apapun kesalahan yang anak lakukan. Seorang ibu dianugrahi oleh Allah hati yang lapang untuk memaafkan setiap kesalahan anak.

Islam juga memberikan panduan yang sangat jelas apabila kita hendak meningkatkan kualitas hidup kita, maka tingkatkanlah kualitas hubungan kita dengan orang tua.

Air susu yang paling mahal adalah air susu ibu dan tidak ada keringat yang paling mahal kecuali keringat orang tua. Rasul bersabda tidak ada kebaikan yang Allah segerakan di dunia sebelum di akhirat kecuali kebaikan kita kepada orang tua dan begitu pula dengan kejahatan kepada orang tua.

Tidak ada alasan apapun bagi kita meneteskan air mata kedua orang tua kita. Ada sebuah ungkapan dari Wahab bin Munabbih., “Siapapun yang dia berbakti kepada kedua orangtuanya, Allah turunkan anak yang juga berbakti pada dirinya.” Jangan biarkan dirimu kehilangan salah satu pintu surgamu, yaitu ibu.

Begitu mulianya orang tua, terutama seorang ibu, maka insyaaAllah tidak akan kita dapati seperti kasus yang terjadi saat ini, buah nanti dari sistem buatan manusia.

Sistem yang mengagungkan materi.
Seperti yang terjadi di Demak, ada seorang anak yang memenjarakan ibu berawal perselisihan soal baju (detikNews, 09/01/2021). Kasus lain kita dapati seorang anak di NTB yang ingin memenjarakan ibunya hanya karena sepeda motor (Tribunnews, 29/06/2020).

Dalam sebuah sistem yang memang menuhankan materi, seseorang rela melakukan apapun demi materi. Meskipun dengannya harus membalas air susu yang sudah diberikan oleh seorang ibu.

Islam memberikan panduan yang sangat jelas kepada kita untuk memuliakan orang tua.

Allah memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang tua yang kedudukan itu tidak akan terhapus oleh kesalahan dan keburukan. Bahkan … hanya kekurangan orang tua.

Suatu hal yang harus menjadi keyakinan seorang muslim adalah bahwa aturan yang Allah turunkan kepada makhluknya adalah semata-mata bentuk kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

Allah tidak hanya menciptakan kita, akan tetapi Allah juga memberikan petunjuk yang berupa aturan-aturan yang sangat detail dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

Kecintaan Allah kepada kita adalah salah satunya berakhlaq yang baik kepada kedua orangtua kita.

Bahkan kita harus tetap berbuat baik dan menolak dengan baik pula apabila orang tua kita memerintahkan kepada kita untuk bermaksiat kepada-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.” (HR. Ahmad, shahih).

Allah Ta’ala berfirman :

وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.“ (Luqman : 15).

Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di beliau menjelaskan bahwa qaulan kariman adalah berbicara kepada kedua orangtua dengan ungkapan yang mereka sukai dengan penuh sopan-santun, dengan perkataan yang lemah-lembut nan elok, yang menyejukkan hati dan menenteramkan jiwa mereka. Semua itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta masa.⁣⁣⁣ Berusaha berbicara setepat mungkin dengan mereka.

⁣⁣⁣MasyaaAllah … suatu perkara yang tidak semudah kita menuliskannya.

Semoga Allah menjaga kita dari sikap buruk terhadap keduanya. Aamiin ya Rabb.

Waallahua’lam bi showwab.