Oleh Nirwana Sadili
(Aktivis Muslimah Magetan)

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا
وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi,Ahmad Ad-Darimi, Ibnu Majah)

Duka Negeri ini dengan adanya sederetan musibah-musibah yang menimpa, seperti: pandemi yang belum berakhir, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dan musibah  banjir yang menimpa berbagai daerah. Kini Indonesia kembali berduka dengan kembalinya ke Rahmat Allah SWT  seorang ulama besar yang  rendah hati. Umat  merasa sedih dan kehilangan atas kepergiannya.

Beliau adalah Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau lebih dikenal dengan nama Syekh Ali Jaber. Lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976 atau bertepatan dengan tanggal 3 Shafar 1396 H
seorang pendakwah dan Ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.

Beliau meninggalkan kota Madinah, kota yang dicintainya, kota   yang suci dan diberkahi untuk menyebarkan kebaikan Islam di negeri  tercinta ini. Beliau menghabiskan hidupnya untuk mengajarkan Islam sampai Allah Memanggilnya untuk kembali.

Syekh Ali Jabeer dimata  kerabat  sahabat-sahabatnya dan tokoh Nasional

Muhammad Ghifari Akbar

Muhammad Ghifari Akbar mengenang ayah angkatnya, Syekh Ali Jaber, sebagai sosok yang tidak pernah marah. Dalam ingatan Akbar, Syekh Ali Jaber senantiasa berkata lembut, sangat baik, dan penyabar.

“Saya nggak pernah liat Syekh Ali marah,” kata Akbar sambil terus menangis mengingat mendiang Ulama kharismatik Syekh Ali Jaber, sebagaimana disiarkan dalam tayangan TV One, Kamis, (14/1).

Syekh Ali Jaber di mata Akbar merupakan sosok yang menghabiskan waktu untuk mengajarkan ilmu agama. Syekh Ali juga selalu mengajak orang lain untuk menghafal Al Quran.

Ustadz Abdul Somad

UAS sangat mengagumi Syekh Ali Jaber dan menghormati sosok ulama asal Madinah tersebut. “Yang pertama, beliau orang alim dan berilmu. Beliau hafal Alquran dan memang menjadi ikon tahfidz Alquran. Beliau mendukung pendirian sekolah-sekolah tahfidz Alquran, memang bidang beliau di situ. Tapi dia juga yang hebat dalam bidang ilmu fiqih,” kata UAS, Kamis, 14 Januari 2021.

Selain itu, UAS mengatakan Syekh Ali Jaber adalah sosok yang sangat berakhlak. Jika kebanyakan orang berilmu tidak bisa akrab karena sombong, namun Ali Jaber sangat berakhlak.

Saya malu kalau bertemu beliau karena akhlaknya. Sampai pada pertemuan menyambut tahun baru, kami makan bersama, ada saya juga, kemudian kami salat berjamaah. Beliau mempersilakan saya sebagai imam. Saya merasa amat sangat tidak layak karena beliau hafal Alquran, orang yang alim. Lalu saya persilakan beliau,” ujar UAS.

Abdullah Gymnastiar

“Beliau orang baik dan orang  shaleh,  banyak jasa terhadap agama, banyak jasanya untuk umat. Aa Gym  jadi saksi, Alhamdulillah beliau wajahnya bersih dan tersenyum. Allahu Akbar,” kata Aa Gym dalam video yang dilihat detikcom, Kamis (14/1/2021).

Yusuf Mansur

Menurut Yusuf Mansur, sosok Syekh Ali Jaber merupakan orang yang mempunyai ilmu yang cukup luas dan juga rendah hati. “Sosoknya itu orang yang alim banget, tinggi ilmunya, luas , lebih banyak, tapi rendah hati,” kata Yusuf Mansur di Kediaman Syekh Ali Jaber, Jakarta, Kamis (detikcom.14/1/2021).

Susilo Bambang Yudoyono

SBY mengungkapkan, ceramah Syekh Ali Jaber selama ini menentramkan hatinya. Pengalaman ini diutarakan SBY melalui kicauan akun resminya di Twitter @SBYudhoyono.Ia juga menuliskan, Syekh Ali Jaber merupakan seorang ulama yang teduh dan membawa syiar yang mencerdaskan umat.

“Saya mengenal Almarhum sebagai ulama yang teduh. Syiar dan fatwanya mencerdaskan umat. Tutur kata Syekh Ali Jaber jauh dari kebencian dan juga bukan permusuhan (hostility). Mendengarkan ceramahnya, hati saya tentram,” tulis SBY, dikutip dari akun Twitternya, Kamis (14/1).

Yusuf Kalla

“Syekh Ali Jabeer menyampaikan dakwah secara sejuk untuk mengajak umat kejalan yang benar.”
(CNN.cim14/02021)

Akhlaknya Layak  Jadi Panutan

Kerendahan hati beliau patut jadi panutan, Beliau pernah mencium kaki hafids al Qur’an, hafids cilik M. Naja Hudia Afifurrahman asal mataram, menyandang kelumpuhan otak yang dalam usia 9 tahun mampu menghafal al-Qur’an. Syekh Ali Jabeer  mencium tangan serta kaki Naja. Kata Beliau’ “Dia bagaikan al-Qur’an berjalan dan saya pantas memuliakan kakinya.”

Syekh Ali Jaber adalah sosok yang sabar dan pemaaf. Meski sempat ditusuk ketika menyampaikan tausiyah di Lampung, Syekh Ali Jaber mengaku tidak mempersoalkan. Padahal penusukan itu bisa saja menghilangkan nyawanya. Karena sifat pemaafnya, Beliau pun meminta agar kejadiannya itu tidak diributkan. Bahkan, ketika jamaah ada yang terpancing untuk memukuli orang yang akan menusuknya itu, Syekh Ali Jaber justru melarangnya.

Beliau telah pergi, sikap kita sebagai umat  yang ditinggalkan adalah memuliakan para ulama dengan tidak menghinanya, mengolok-ngolok dan tidak memusuhinya. Serta  mendokannya.  

“Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.”

Dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka aku umumkan perang kepada mereka.” Yang dimaksud dengan wali Allah di sini adalah orang alim yang selalu taat dan ikhlas dalam beribadah.

Ikrimah seorang tabi’in mengatakan, “Janganlah kamu menyakiti seorang ulama karena barangsiapa menyakitinya, berarti dia telah menyakiti Rasulullah. Sebab, kedudukan ulama se bagai pewaris ilmu para
nabi untuk disampaikan kepada umat hingga hari kiamat nanti.

Selamat Jalan Syeikh Ali Jabeer, semoga Allah menempatkan mu  pada semulia-mulia tempat disisiNya. Semoga Lahir generasi yang mengikuti jejaknya dalam mendakwahkan Islam.
Wallahu A’lam Bi Shawab