(Oleh: Ummu Syathir, Pemerhati Masyarakat)

Bumi pertiwi kembali berduka. Bencana datang melanda. Silih berganti, seakan tak mau berhenti. Belum kering air mata Sriwijaya, banjir dan gempa menyapa wilayah Indonesia. Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan terbaru adalah Jawa Barat, dengan musibah banjir bandang di gunung Mas, Bogor, dan masih ada bencana di daerah-daerah lain.

Banyak yang mengatakan, bahwa bencana ini adalah murka Tuhan. Terlalu sombong manusia, hingga berbuat semaunya. Hutan yang harusnya dilindungi, malah digunduli. Haram dikelola pribadi, mereka tak peduli. Yang penting uang dan keuntuangan. Selesai.

Padahal hutan sangat dibutuhkan. Penjaga keseimbangan alam. Selain habitat makhluk hidup, dari hutan kita bisa menghirup udara segar. Dunia masih berputar.

Andai hutan dikelola sesuai dengan apa yang Nabi Saw, ajarkan. Yakni, tak sembarangan menebang tumbuhan. Apalagi menggunduli hutan. Negara satu-satunya pihak yang bisa mengelola, yang nanti hasilnya dinikmati raknyatnya.

Bila kembali pada acuan agama, dikatakan bencana adalah peringatan yang Allah Swt, sampaikan. Seberapa pun banyaknya manusia bermaksiat, selama masih ada orang salih yang menadahkan tangan untuk beristighfar, maka azab tak akan datang.

Semoga umat Islam segera sadar. Kembali pada ajaran hidup yang Allah Swt, perintahkan. Skala pribadi, komuni dan pejabat negeri. Jangan sampai berulang kali teguran datang, kita masih enggan. Astaghfirullah.