Oleh: Rismayana (Aktivis Muslimah)

Pandemi makin hari makin meroket, korban pun berjatuhan. Mungkin karena melihat kondisi yang memprihatinkan. Maka pemerintah mulai mempersiapkan vaksin untuk diberikan kepada masyarakat. Pemerintah mendistribusikan vaksin covid 19 ke seluruh provinsi di Indonesia secara bertahap hingga 2022 mendatang. Pada tahap awal ini, sekitar 40 ribu dosis vaksin Covid-19 diberikan di Sumatera Utara dengan memprioritaskan bagi tenaga kesehatan (medan.tribunnews.com, 05/01/2021).

Pengamat sosial dari Universitas Sumatera Utara (Sumut) Muryanto Amin menyatakan kebutuhan proses pemberian vaksin covid 19 memerlukan dukungan masyarakat. Maka untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah khususnya tentang pemberian vaksin, maka pemerintah mengajak seluruh jajaran pemerintahan dalam hal ini kepala daerah masing-masing untuk mensosialisasikan pemberian vaksin kepada masyarakat agar bisa berjalan dengan lancar. Pemerintah juga mengajak elemen masyarakat terutama para pemuka agama dan juga tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk ikut mensosialisasikan pemberian vaksin tersebut.

Mengapa pemerintah memprioritaskan kepada tokoh masyarakat dan pemuka agama?

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat menghormati para pemuka agama dan juga tokoh masyarakat. Untuk menyukseskan pemberian suntikan vaksin, Pemerintah juga menggandeng beberapa media televisi untuk bekerja sama dalam mengampanyekan pemberian vaksin.

Dalam hal ini pemerintah mengklaim bahwa upaya untuk menyukseskan pemutusan mata rantai covid 19 sudah mulai membaik. Namun faktanya yang dilihat masyarakat belum sepenuhnya memberikan rasa kepercayaan secara penuh. Terutama tentang jaminan keamanan vaksin tersebut. Inilah kesalahan dari sistem kapitalisme sekuler, di mana sistem ini tidak bisa memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakatnya. Buktinya rakyat sudah tidak percaya terhadap sistem kapitalisme ini, yang hanya mementingkan keuntungan di bandingkan nyawa rakyat.

Pada masa Rasulullah Saw dan para sahabat, umat Islam pernah mengalami satu wabah penyakit menular. Namun pada masa itu wabah tersebut dapat ditangani dengan cepat. Beberapa hal yang dianjurkan Rasulullah dalam menangani suatu wabah penyakit antara lain dengan melakukan karantina atau dalam bahasa sekarang di sebut lockdown. Rasulullah bersabda dalam hadis shohih.

“Jika kalian mendengar tentang thoun di suatu tempat maka janganlah mendatanginya, dan jika ada wabah di suatu tempat sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah keluar karena lari dari thoun tersebut. Rasulullah juga mengajarkan kita untuk tetap selalu hidup bersih, dengan selalu mencuci tangan. Dan kita juga di anjurkan untuk selalu bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT dengan berpasrah diri tanpa ada keraguan. Thoun merupakan azab yang ditimpakan kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Kemudian dia jadikan rahmat kepada kaum mukminin.” (HR Bukhari).

Inilah indahnya sistem dalam Islam jika ditegakkan melalui konstitusi negara khilafah, maka masyarakat dalam berbagai macam status sama kedudukannya dalam hukum Islam. Hanya Islamlah satu-satunya solusi yang dapat menyelesaikan problematika kehidupan. Karena Islam adalah agama sempurna dan paripurna. Wallahualam bissawab.