Oleh: Istiqomah


Diawal tahun 2020 dunia, terutama Indonesia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat yang diduga merupakan jenis virus baru, berdasarkan informasi dari WHO bahwa virus tersebut awalnya muncul di Wuhan Cina yag muncul pada tahun 2019 dan setalah adanya penelitian yang dilakukan oleh WHO virus tersebut diberi nama Covid-19 (coronavirus disease 2019) yang merupakan penyakit yang berasal dari jenis virus baru yaitu Sars-Cov-2, yang didiagnosa tidak hanya menular dari hewan tetapi penularannya juga terjadi antar sesama manusia.


Ancaman pandemik yang semakin besar ini sangat berdampak pada aktivitas kegiatan manusia, baik pada bidang pendidikan maupun perekonomian. Diantara usaha-usaha yang sudah dilakukan Indonesia dan bisa disebut dengan langkah siaga yakni dengan menyiagakan 100 Rumah Sakit, selain itu kesiagaan juga dilakukan di pelabuhan dan dibandara dengan memasang alat pendeteksi tubuh. Pertanyaannya efektifkah langkah yang sudah diambil tersebut? ya, sebagaimana sudah kita ketahui jawabannya adalah tidak .

Hal tersebut sangat terlihat dari meningkatnya kasus di Indonesia yang disebabkan oleh covid-19 ini, yang diawali dari 2 maret yang dimulai dari 2 kasus positif kemudian dalam jangka waktu satu bulan kasus naik menjadi 1.790, kemudian kasus tersebut terus meningkat hingga saat ini pada tanggal 11 januari 2021 kasus positif meningkat 8.692 orang atau secara kumulatif menjadi 836.718 orang.


Baru-baru ini Indonesia mewajibkan adanya vaksin untuk masyarakatnya. Apa fungsi vaksin bagi tubuh? Apakah vaksin menjadi solusi bagi masyarakat dengan adanya virus ini?


Seperti kita ketahui selama adanya pandemi virus tersebut Indonesia sempat membuat kebijakan dengan memberhentikan peenyebrangan baik diudara maupun dilaut. Akan tetapi hal tersebut tidak semata-mata berhenti akan tetapi penerbangan masih dijalankan begitu juga dengan penyebrangan antar pulau dengan syarat memiliki surat terbebas dari covid-19 maka seeseorang bissa melakukan perjalanan keluar kota baik melalui jalur udaraa, darat maupun laut, dengan surat tersebut seseorang bebas pergi kemana saja.

Jika kita telaah secara mendalam apakah mendalam apakah benar jika seseorang telah melakukan tes dan dinyatakan negatif dari covid-19 benar-benar bersih dari virus tersebut? jawabannya belum tentu karena kenyataannya banyak orang yang justru dalam keadaan sehat dan normal, dapat beraktivitas seperti biasa justru menjadi pusat penyebaran virus covid-19 yang diindikasikan sebagai orang tanpa gejala. Artinya disini, pemerintah tidak benar-benar dan bersungguh-sungguh menjalankan usaha secara maksimal dalam menyelesaikan kasus penyebaran virus ini.


Sebagaimana disebutkan dalam analisaakhirzaman.com mengenai penelitian yang telah dilakukan di Ingris bahwa orang-orang yang sembuh dari virus corona bisa terinfeksi kembali dan beresiko kehabisan antibodi. Dalam sebuah studi di Inggris mengungkapkan bahwa kekebalan seseorang tidak akan bertahan lebih dari beberapa bulan, dan virus dapat menginfeksi kembali sebagian orang dari tahun ke tahun seperti adaya flu biasa. Dan menurut kelompok studi tersebut, ada 60 persen yang menunjukkan tanggapan adanya virus yang kuat dalam beberapa minggu pertama setelah orang tersebut terinfeksi virus. Dan setelah tiga bulan kemudian, 16,7 persen yang hanya dapat mempertahankan antibodi dari penawar Covid-19, kemudian setelah 90 hari beberapa dari pasien yang telah terinfeksi tidak memiliki antibodi dalam tubuh mereka.


Kembali ke tema kita diawal, kebijakan yang baru saja diambil oleh pemerintah dalam menangani wabah ini, yaitu dengan mewajibkan setiap anggota masyarakaat untuk vaksin. Sedangkan tujuan dari vaksin itu sendiri adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan vaksin, tapi jangan juga disalahkan persepsi bahwa vaksin benar-benar bisa mencegah karena sesungguhnya kesadaran diri sendiri lah yang dapat mencegahnya.


Adakah solusi terbaik selain vaksin dalam Islam? Diantara ikhtiar yang dapat kita lakukan ketika terjadi wabah antara lain:

# Rajin mencuci tangan
Sebagaimana hadits Nabi Muhammad saw. telah menyarankan umat Islam untuk menjaga kebersihan “annazhofatu minal iiman” bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Mencuci tangan merupakan salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan dalam mencegah masuknya virus corona.

Sebagaimana Hadits yang dinarasikan oleh Abu Hurairah:
عَنْ جَابِرٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْرِغْ عَلَى يَدِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَ يَدَهُ فِي إِنَائِهِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي فِيمَ بَاتَتْ يَدُهُ ‏”‏ ‏.‏
Artinya:
“Rasulullah SAW mengatakan, “Ketika kamu bangun tidur, dia seharusnya cuci tangan tiga kali sebelum beraktivitas karena dia tidak tahu kondisi tangannya saat malam hari.” (HR Muslim). “

Selain itu, Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menjaga kebersihan sebelum melakukan semua aktivitas terutama aktivitas dalam beribadah yakni dengan berwudhu. Karena dengan berwudhu tidak hanya mensucikan badan tetapi dapat mmbuat hati kita menjadi tenang.

# Lockdown

Kebijakan lockdown sempat dilaksanakan di masa Rasulullah saw saat umat muslim menghadapi serangan wabah, yaitu dengan adanya larangan masuk atau keluar kota.
فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ، وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا، فِرَارًا مِنْهُ
Artinya:
“Jika kalian mendengar tentang thoún di suatu tempat maka janganlah mendatanginya, dan jika mewabah di suatu tempat sementara kalian berada di situ maka janganlah keluar karena lari dari thoún tersebut.” (HR Bukhari).

Melihat dari sejarah, Islam telah mengajarkan bagaimana cara kita menghadapi wabah disuatu negeri. Nabi Muhammad SAW mengatakan jika dalam suatu wabah, mereka yang ada di daerah itu jangan keluar dari wilayah itu.

Mereka yang ada di luar wilayah itu, jangan datangi tempat wabah itu atau lebih dikenal dengan istilah lockdown atau karantina, baik semi-lockdown maupun lockdown total. Berikut ini ulasan-ulasan bagaimana Islam dan Nabi Muhammad SAW memberikan tuntutan jika terjadi wabah: melarang keluar dari lokasi wabah mengandung tujuan agar mendorong jiwa manusia untuk percaya kepada Allah, percaya dengan ketentuan-Nya, bertawakal kepada-Nya, serta tabah dan juga ridha menghadapi takdir.Selain itu, tujuan dari larangan masuk ke tempat yang terjadi wabah juga memiliki sejumlah tujuan dan hikmah diantaranya, agar menjauhkan diri dari segala hal yang dapat membahayakan baik bagi yang datang maupun yang berada ditempat yang terkena wabah seperti menghirup udara yang kotor, menjaga jarak dengan orang-orang yang sakit agar tidak terjadi penularan satu sama lain.Dalam kondisi seperti sekarang ini, sebaiknya kita sebagai Hamba Allah yang beriman selain melakukan berbagai usaha-usaha tersebut, alangkah baiknya jika kita perbanyak dzikir dan berdoa dan tidak merasa panik, karena segala sesuatu yang terjadi pasti atas kehendak Alah SWT.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Ra’du ayat 28

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allâh, ketahuilah dengan mengingat Allâh hati menjadi tenang”

Adapun dzikir yang pertama yaitu: “ Hasbunallah wa Ni’mal Wakil” Cukuplah Allah menjadi Penolong kami Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabat dalam firman-Nya,
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. ” (QS. Ali ‘Imron: 173)

Dalam kondisi seperti sekarang ini, selain upaya mencegah agar wabah tidak semakin luas dan merajalela, sebagai seorang muslim kita harus terus-menerus berdoa kepada Allah agar tidak terkena wabah, agar wabah segera berakhir, dan orang-orang yang terkena wabah segera sehat kembali. Manusia berikhtiar mencari berbagai macam cara untuk menangani wabah namun, jika kita semua tidak melibatkan Sang Pencipta Allah SWT, bisa jadi upaya kita akan sia-sia belaka. Wallahhu a’lam.