Oleh: Maman El Hakiem

Bisa bangun pagi dalam keadaan segar bugar, adalah nikmat yang harus disyukuri, terlebih waktu sahur penuh dengan berkah. Maka, Rasulullah Saw. menganjurkan orang berpuasa untuk makan sahur, meskipun hanya satu butir kurma atau seteguk air. Ramadan di tengah pandemi tetap harus membawa keberkahan, bahkan semakin menguatkan keimanan, bahwa hidup dan mati harus karena Allah SWT.

Keadaan mama ternyata semakin lemah, makanan dan minuman sudah tidak masuk lagi. Yang lebih membuatku khawatir demamnya tinggi dan muntah-muntah. Keluarga menjadi panik, antara dibawa ke rumah sakit atau tetap dirawat di rumah. Kalau dibawa ke rumah sakit, takut divonis positif Covid-19, artinya kami tidak bisa mendampinginya. Padahal, di saat-saat kritis tersebut rasanya ingin mendampinginya agar husnul khotimah.

“Mas, mama sepertinya kritis, apa kita bawa ke rumah sakit saja?” Aku merasa khawatir dengan keadaan mama.” Ucapku sembari menatap wajah mama.

Belum juga Mas Harun menjawab. Mama seolah menoleh dan memanggilku, “Nak, ke sini, bantu mama rasanya ada yang telah menunggu mama.” Ucap Mama pelan.

Aku dan Mas Harun segera menghampirinya, lalu memegang tangannya masih terasa hangat, namun kakinya terasa dingin. “Mamaaa…yang sabar, banyak mengucap La illaha ilallaah…” Aku terus membisikan ucapan dzikir ke telinganya, meskipun hampir tak tahan air mata ini mau tumpah membasahi pipi.

Mas Harun mencoba meraba keningnya, dan sama juga membimbing mama agar mau mengikuti ucapan kalimat tauhid. Tampak bibir mama mulai bergerak mengikutinya, namun tatapannya begitu tajam entah tertuju pada siapa. Detak jantungku seakan meloncat-loncat.

Itulah saat yang menentukan, titik kritis akhir kehidupan manusia. Dan pada detik terakhirnya, mama dengan wajah tersenyum mengucapkan kesaksiannya bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT. Tepat pukul 08.45 pagi, mama telah pulang ke rahmatulllah. Akhir kehidupan yang indah, karena telah menghadapi ujian sakit dengan penuh kesabaran, terlebih melepas ajalnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

_Relakan aku bertemu kekasihku. Kekasih impian, kekasih abadi. Allah Azza Wa Jalla. Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Agung. Itulah tempatku. Surga Abadi………

End—Wallahu’alam bish Shawwab.