Oleh: Muthmainnah Ilham, S.Pd. (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Januari 2021 Indonesia diuji dengan beragam bencana. Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, pandemi covid 19 yang belum juga usai, banjir di Kalimantan Selatan yang merendam sekitar 10 Kabupaten/Kota, gempa bumi di Sulawesi Barat, tanah longsor dan bencana lainnya.

Bukan hanya bencana alam yang terjadi hampir di seluruh wilayah. Kerusakan moral pun terjadi dimana-mana. Para penguasa yang terlibat kasus korupsi, angka kriminalitas yang makin tinggi, kebijakan penguasa yang dinilai dzalim hingga adanya anak yang tega melaporkan ibunya ke polisi. Beragamnya peristiwa yang terjadi di Ibu Pertiwi, tentu mengharuskan kita untuk melalukan perubahan hakiki.

Revolusi akhlak pun menggaung untuk merubah kondisi masyarakat pada hari ini. Revolusi akhlak dilakukan pada level individu dan sistem. Pada level sistem, HRS mengajak agar semua pihak meninggalkan sistem berbasis materialisme-sekularisme menuju sistem berbasis tauhid sebagaimana sila pertama Pancasila (okenews.com, 2/12/2021).

Cendekiawan muslim, Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) menyatakan revolusi akhlak harus didasari revolusi akidah yang berpengaruh terhadap cara pandang terhadap dunia atau world of view (MNesw.com, 16/11/2020).

Meneladani Akhlak Rasul

Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah ra. tentang akhlak Rasulullah ﷺ. Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi ﷺ adalah Al-Qur’an.” (HR Muslim). Ini berarti setiap perkataan, perbuatan maupun diamnya Rasul bersandar pada Al-Qur’an. Oleh karena itu, makna dari akhlak adalah terikat dengan syariat Islam. Artinya kita harus kembali kepada penerapan Islam secara menyeluruh.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kesalihan akhlak.” (HR Al Baihaqi). Dalam hadis yang lain juga dikatakan, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR At Tirmizi, Abu Daud, Ahmad, dan Ad Darimi).

Rasulullah telah mencontohkan akhlak yang baik sebagai kepala negara. Rasul pun berhasil membangun sebuah peradaban yang gemilang dengan menerapkan Islam secara keseluruhan. Oleh karena itu, wajib meneladi Rasulullah dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam berbangsa dan bernegara.

Metode Perubahan yang Hakiki

Agar umat bangkit dan kembali terwujud peradaban yang gemilang, dibutuhkan metode perubahan yang hakiki. Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan perubahan yang hakiki, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi demi mewujudkan perubahan tengah-tengah masyarakat, diantarnya :

Pertama: Visi perubahan yang kuat dan jelas. Tentu visi ini hanya dimiliki oleh Islam. Maka umat harus kembali kepada penerapan Islam secara menyeluruh.

Kedua: Adanya kelompok kuat yang mampu memimpin dan mengawal umat menuju perubahan yang hakiki. Sebagaimana aktivitas Rasulullah di awal dakwah, Beliau membentuk kelompok dakwah bersama para sahabat untuk menyebarkan Islam. Karena Islam tidak hanya diemban dan disebarkan oleh individu, akan tetapi butuh kelompok untuk membentuk kesadaran di tengah-tengah umat.

Ketiga: Opini umum (ra’yu al-‘am) yang lahir dari kesadaran umum (wa’yu al-‘am). Melalui jama’ah, dakwah Islam kaffah disebarkan agar terbentuk opini umum di tengah masyarakat. Selain itu, mendorong terbentuknya kesadaran umum untuk kembali kepada penerapan Islam secara menyeluruh.

Keempat: Terbentuk kesadaran politik (wa’yu as-siyasi) di tengah-tengah umat. Sangat penting untuk membangun kesadaran politik di tengah umat. Karena aktivitas politik inilah yang membentuk kesadaran menuju perubahan yang hakiki.

Kelima: Adanya dukungan ahlun-nushrah atau ahlul-quwwah (orang-orang yang memiliki kekuatan) kepada gerakan Islam. Agar Islam tegak butuh kekuatan negara. Oleh karena itu, melalui para ahlul quwwah diharapkan Islam bisa tegak.

Inilah beberapa bekal dan persiapan yang harus dimiliki umat Islam untuk mencetuskan perubahan hakiki di tengah-tengah masyarakat. Hanya saja, perlu disadari bahwa kemenangan adalah milik Allah SWT. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita senantiasa menjaga keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar Allah memberi pertolongannya dengan tegaknya Islam.

Wallahu ‘alam bi ash-showwab

Metode Perubahan yang Hakiki