Nur Rahmawati, S.H
(Praktisi Pendidikan)

Baru-baru ini bencana melanda berbagai daerah di Indonesia, seperti banjir di Kalimantan Selatan yang menyisakan pilu, karena tercatat paling parah terjadi di daerah tersebut. Kemudian disusul gempa di Sulawesi Barat yang menurut Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) mencatat 43 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), hingga Jumat (15/1).

Derita ini tidak hanya sampai di sini, gunung semeru pun ikut meletus. Jika dilihat dari kebiasaannya tidak sedikit dari warga siap siaga dalam menghadapi bencana tersebut, akhirnya berdampak pada kurangnya kebutuhan pokok di tempat pengungsian di awal mengungsi. Kesigapan menghadapi bencana tentu perlu persiapan, terlebih jaminan untuk terpenuhi kebutuhan dalam pengungsian tidak dapat dipastikan dengan cepat terealisasi oleh pemerintah dan para relawan.

Oleh karenanya, diperlukan kesiapan bagi kita untuk tetap siaga bencana misalnya dengan menyiapkan pakaian dalam tas untuk persediaan 2-3 hari, tidur dengan berpakaian lengkap, batteray handphone tetap terisi penuh, jangan menggunakan headset saat tidur dan kendaraan terparkir dengan kepala menghadap keluar serta letakkan kunci di tempat yang mudah dijangkau, dan yang terakhir jangan lupa berdoa agar diberikan perlindungan oleh pemilik hidup dan kehidupan.

Hal tersebut, akan membantu dalam menghadapi bencana yang perlu disosialisasikan atau dihimbau oleh pemerintah, sembari memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai wujud tanggung jawab negara terhadap warganya. Ini lah yang diajarkan dalam Islam, bagaimana pemimpin seharusnya dalam mengatasi dan bertindak pasca bencana dengan sigap, dengan segera menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka yang dilanda musibah, memastikan tuntas dan sistemik dalam penanganan sehingga tidak ada warga yang kekurangan.

Luar biasanya Islam sebagai sistem lengkap yang dapat mengatasi segala problematika umat baik individu, masyarakat dan negara, tak terkecuali dalam menghadapi bencana, seperti tetap siaga bencana menjadi agenda yang terus disosialisasikan guna persiapan menghadapi hal-hal yang tak terduga. Maka, sudah seyogianyalah kita mengambil sistem ini dalam kehidupan kita agar keselamatan menyertai negeri ini.