Oleh: Serli Agustina

Kamis, 21-01-2021 beredar vidio viral yang memperlihatkan beberapa orang yang sedang beradu argumen antara lain Bu Elianu dengan wakil kepala SMK Negeri 2 Padang Zakri Zaini. Di vidio tersebut mereka sedang beradu argumen akan masalah kerudung yang menjadi aturan SMK Negeri 2 Padang tersebut. Dimana Elianu adalah wali murid dari siswi SMKN 2 Padang, Jeni Cahyani Hia.

Elianu yang tidak terima akan peraturan sekolah yang mewajibkan anaknya yang non muslim untuk memakai kerudung. “Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa untuk ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri,” kata Elianu kepada Zakri Zaini dalam vidio tersebut.

Padahal kepala sekolah SMKN 2 Padang atau Pak Rusmaidi tersebut tidak pernah memaksakan siswi non-muslim untuk memakai kerudung seperti siswi Muslimah yang lainnya. Sebagaimana ujarnya “Tidak ada memaksa anak-anak. (Di luar aturan sekolah), memakai pakaian seperti itu adalah juga keinginan anak-anak itu sendiri. Kami pernah menanyakan, nyaman nggak memakainya. Anak-anak menjawab nyaman, karena semuanya memakai pakaian yang sama di sekolah ini, tidak ada yang berbeda. Bahkan, dalam kegiatan-kegiatan keagamaan (Islam) yang kami adakan, anak-anak nonmuslim juga datang, walaupun sudah kami dispensasi untuk tidak datang. Artinya, nyaman anak-anak selama ini,” jelas Rusmadi. detiknews,23-01-2021.

Lalu benarkah berkerudung di Sekolah adalah intoleran?
Dalam pandangan Islam wanita non-muslim memanglah tidak di paksa untuk memakai hijab saat keluar rumah. Namun beda halnya bagi wanita muslim tentu berhijab adalah kewajiban perempuan yang sudah baligh.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Baihaqi dari Aisyah ra: “Bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah Saw dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah Saw berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, beliau yang menunjuk wajah dan telapak tangan.”

Namun dalam sistem liberalisme (kebebasan) yang lahir dari ideologi kapitalisme ini menjadikan seorang muslimah tidak diwajibkan untuk mengenakan pakaian muslim atau hanya mubah(boleh). Tentulah sistem ini sangat rusak lagi bobrok karena menjadikan muslim jauh akan ajaran agamanya sendiri bahkan bisa di katakan dengan anti agama.

Pemikiran kebebasan ini sudah sangat merebak hingga menyebabkan pemikiran Muslim menjadi tidak murni. Dengan paham liberal ini mereka berupaya menyesatkan umat dari jalan kebenaran. Maka itulah penting bagi negara untuk menerapkan syari’at Islam agar pemikiran umat yang tidak lagi teracuni dengan pemikiran asing yang menyesatkan.

Dalam negara Islam setiap Muslim maupun non muslim mendapat hak yang sama, negara tidak membedakan dalam hak apapun termasuk dalam jaminan kebutuhan rakyat. Negara yang tidak memaksakan non muslim dalam hal yang berkaitan dengan akidah dan ibadah mereka dan tentu tetap dibawah perlindungan peraturan negara.

Agama Islam yang rahmatan lil’alamin tentu sangat toleransi terhadap agama lain. Syariat Islam yang diterapkan tentu tidak akan ada kecacatan dalam mengatur dunia, dunia yang akan sejahtera dalam naungan Daulah Islam. Masalah-masalah pun akan terselesaikan dengan aturan Allah yang langsung bersumber dari Al Qur’an dan hadits. Wallahu’alam bishshawab