Oleh : Reni Adelina

Belum usai, lelaki tua itu berhasil mengumandangkan azan dzuhur yang pertama kali. Allahuakbar… Allahuakbar.. Dengan wudhu yang sudah melekat, lelaki tua itu menuntaskan azan beserta iqomahnya.

Panggilan sholat itu terdengar begitu merdu. Baru menyadarkan satu dua individu saja. Namun, mereka belum bergerak menuju surau. Takut jika ketahuan Mak Datok, maka ia akan marah murka. Mayoritas penduduk Kampung Sei Sekapur pada dasarnya adalah muslim, namun kedatangan Mak Datok dari beberapa puluh tahun yang lalu, membuat kampung itu kembali ke masa jahiliyah.

Lelaki tua itu akhirnya masih sholat sendiri. Sebab belum ada satu jiwa pun yang berani menuju surau. Selama tiga hari lamanya, sholat munfarid masih ia lakukan, hingga di hari ke empat, ketika suara azan maghrib menyapa di bawa angin, maka muncullah satu dua jiwa yang memberanikan diri.

Sontak mengagumkan, harimau yang begitu ganas, seketika paham ketika ada manusia yang ingin kembali ke jalan Tuhannya. Allah SWT. Harimau itu merasa tunduk, ketika ada orang yang melintas di depannya. Seraya, menghormati dan mundur ke belakang surau sambil berjaga dan menanti tuannya, ya, lelaki tua adalah tuannya. Sebab jasa baiknya.

Di satu sisi lain, puncak kemarahan Mak Datok semakin menjadi-jadi, sebab saban hari, para pengikutnya semakin berkurang. Ia pun membuat rencana besar untuk memusnahkan harimau tersebut, tak tanggung-tanggung berbagai senjata telah ia siapkan, mulai dari senapan, tombak besar, bahkan racun menjadi bekal untuk melancarkan aksinya.

Pada hari yang sama, lelaki tua bersama sang harimau, menjadikan ruangan kecil di surau sebagai tempat mereka beristirahat. Dengan ruangan seadanya, lelaki tua tetap bersemangat melanjutkan kehidupan Islam di Kampung Sei Sekapur. Mereka siap mati demi tegaknya Islam di kampung itu.

Namun Mak Datok masih sibuk dengan rencananya. Sudah berkali-kali aksinya gagal, namun Mak Datok dan para pengikutnya mengatur rencana ulang yang begitu besar. Mereka menyiapkan senapan dengan peluru bius yang berisi racun. Lalu apa yang terjadi ? Sang harimau……..
(Bersambung)