Oleh: Maman El Hakiem

“Najma…ayo bangun, belajar shalat subuh berjamaah bareng abi dan ummi ya!” Ummi membangunkan anak bungsunya.

“Sebentar, mi…nih Pikonya masih ngantuk.” Jawab gadis mungil enam tahunan tersebut.

“Pikonya dibangunin sayang, biar sekalian diajak shalat subuh.” Ummi lalu mendekati Najma dan membelai rambutnya.

Piko adalah boneka beruang kecil kesayangan Najma, selalu saja ia membawanya. Saat tidur, bermain atau belajar, Piko selalu berada di sampingnya.

“Piko sayang, kamu lucu banget…gemesin.” Ucap Najma sambil mencubit hidung boneka tersebut.

Di sekolah taman Al Quran, Najma termasuk anak yang cerdas, namun sering baper jika mendengar cerita-cerita atau dongeng sebelum tidur. Suatu ketika abinya bercerita: “Seekor kucing kesayangan seorang puteri dikabarkan mati mendadak…betapa sedihnya sang puteri, maka ia pun tidak mau makan, karena kehilangan kucing kesayangannya tersebut.” Mendengar cerita seperti itu, Najma tampak sedih perasaannya, lalu mengutarakannya.

“Kasihan banget puterinya, kalau rumahnya dekat biar kuajak main…di sini ada Piko yang bisa membuatnya tersenyum.” Ucap Najma dengan wajahnya yang sendu.

“Wah anak yang baik, tidak mau melihat orang lain bersedih, ingin berbagi senyum ya? Tanyaku.

“Ya dong …..kan, senyummu terhadap saudaramu itu sedekah, kata umi kemarin begitu.” Jawab Najma.

“Masya Allah…buah hati ummi yang shaliha. Oh iya, ummi lihat boneka Piko sudah lama, nanti beli yang baru ya?” Tanyaku, namun seketika tampak mimiknya sedikit merengut.

“Ah jangan…Piko jangan pergi, gak apa-apa udah lama juga, kalau yang baru belum tentu sayang sama Najma.” Jawabnya yang membuatku merasa haru dan juga tertawa, dengan cara Najma memperlakukan Piko, boneka kesayangannya.

“Ya udah gak jadi beli boneka barunya, selama anak ummi ini mau belajar disiplin, bangun tidur terus gosok gigi, tidak lupa wudlu dan shalat subuh ya…” Aku seperti ada celah untuk menasehatinya.

“Loh…lagunya kan bangun tidur ku terus mandi bukan?” Tanya Najma penasaran.

“Itu karena Najma jangankan langsung mandi, wudlu aja masih malas karena kedinginan hihi…” Jawabku yang membuatnya sedikit tersipu malu.

“Ah Ummi…jangan bikin malu di depan Piko. Baiklah Najma janji gak bakal malas lagi untuk bangun tidur” Ucap Najma, lalu bergegas bangun untuk shalat subuh.***