Oleh: Maman El Hakiem

Kami bertiga, Desi, Sherli dan Nur, pemburu gorengan sejati. Anak-anak kampus sudah tahu, gorengan apapun dikejar. Mulai tahu bulat yang viral sampai gorengan yang orang lain tidak akan tahu, karena memang gak pake tahu. Nah, bingung kan? Detektif kuliner ini siap ke TKP.

“Nur, coba cek postingan apa lagi yang bikin ngiler?” Desi, komandan PPG menanyakan info penting hari ini pada Nur, bagian pusat olah data.

“Sebentar, Dan..saya buka Fb dulu, hmm…ini ada postingan Kumal, tentang Tahu Jelethot, apa kita langsung ke TKP? Tanya Nur, sementara Sherli bagian tugas analisis mulai mendekati mereka berdua.

“Apa itu jelethot Nur? Sebagai orang Sunda, kayaknya itu istilah yang menyakitkan, mencubit dengan keras?” Tanya Sherli.

“Tenang, Sher…sebagai pemburu gorengan kita harus hati-hati dengan isu baru, kita harus pandai menganalisa data, karena kalau lihat siapa yang postingnya Kumal itu tukang penyebar hoaks.” Ucap Desi, komandan yang memang memiliki kebijakan dalam memutuskan.

“Begini saja, kita telusuri dari berbagai sumber tentang tahu Jelethot tersebut, karena mencari kebenaran berita itu jauh lebih penting daripada menyebarkannya, apalagi sampai menghukuminya.” Sherli mencoba memberikan masukan.

“Ahaa…bener Sher, kita harus mengumpulkan data dulu, agar gorengan yang kita cari tidak membawa mudharat buat umat. “ Ucap Nur dengan gayanya yang memang ngerti masalah agama.

Akhirnya mereka bertiga, saling berdiskusi karena urusan perut bukan saja soal lapar yang harus dipenuhi, tetapi juga menyangkut perkara halal dan haram. “Ya, kita harus pandai-pandai memilih kuliner yang halal dan thoyib bukan?” Tanya Sherli.

“Yup…halal artinya dibolehkan secara hukum syara, sedangkan thoyib artinya sesuai selera, namun tidak menjadi penyakit buat tubuh.” Jawab Nur.

“Gimana, sudah terlacak dimana keberadaan tahu Jelethot Nur?” Tanya Komandan Desi.

“Siap, Dan….ini ada “Tahu Jelethot Pak Kumis” alamatnya gak jelas, cuma ada gambarnya saja, kayak di trotoar jalan gitu, bagaimana nih?” Jawab Nur.

“Wah…trotoar jalan itu termasuk hak umum yang gak boleh buat jualan, sayang sekali Pak Kumis milih tempatnya di situ, kita harus tanya beliau?” Besok kita berangkat ke TKP, bukan sekedar cari gorengan tetapi bagaimana kita mendengarkan keluhan rakyat kecil.” Ucap Desi yang mengakhiri diskusi rencana hunting alias kejar target, sebagai misi Para Pemburu Gorengan.
(Bersambung).