Oleh: Ummu Ahtar
Anggota Komunitas Setajam Pena

Dilansir oleh republika.co.id, (21/1/2021), Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat kepada Joe Biden sebagai presiden terpilih AS ke-46 dan wakilnya Harris, melalui akun resmi Twitter Presiden RI. Indonesia berharap AS sebagai negara adidaya mampu menciptakan perdamaian dunia. Terutama harapan terciptanya perdamaian antara Israel dan Palestina.

Di waktu yang berdekatan, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan, melakukan pembicaraan dengan Penasihat Keamanan Nasional Israel, Meir Ben Shabbat pada Sabtu (23/1). Atas kesempatan itu, Sullivan menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Joe Biden terhadap keamanan Israel. AS mendukung secara menyeluruh dan bertanggung jawab penuh atas kelangsungan militer Israel. Lantas, apakah harapan terciptanya perdamaian di antara keduanya akan terwujud?

Sebelumnya, AS telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Akibatnya Palestina mundur dari perundingan damai yang dimediasi Washington. AS dianggap sudah tidak lagi menjadi mediator yang netral sebab memihak pada kepentingan politik Israel.

Tak dipungkiri, eksistensi Amerika Serikat sebagai negara adidaya menjadi panutan bagi semua negara. Terutama negara penganut Ideologi kapitalis. AS sangat menjunjung tinggi Ideologi tersebut. Ideologi yang berasaskan pada sekularisme, ide memisahkan agama dari kehidupan. AS menjunjung tinggi kebebasan. Apapun yang mereka lakukan tanpa bersandar pada ruh, melainkan keuntungan materi semata. AS bertindak bak sebagai penolong bagi negara-negara berkembang, padahal hakikatnya utang riba. Sejatinya itu akal bulus mereka untuk menjajah dan menjarah. Lalu apa yang membuat AS menolong Israel?

Sebab utama adanya konflik antara Palestina dan Israel adalah perampasan tanah milik Palestina oleh Zionis Israel. Bangsa Zionis Israel meminta tanah Palestina dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Israel (Perampas) dan Palestina (Tuan Rumah).

Setali tiga uang dengan AS, negara-negara Barat mendukung kedaulatan Israel. Yang terus terang mengakui keberadaan Israel adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Rusia. Lalu negara-negara Barat memberikan investasi besar-besaran terhadap kekuatan militer Israel.

Sudah jadi rahasia dunia, layaknya sebuah negara adidaya yang menguasai dunia, ia harus menaklukan negara adidaya sebelumnya.

Setelah sekian lama mereka berambisi agar Daulah Khilafah Islam hancur, akhirnya ambisinya terwujud dalam konspirasi global Perang Dunia Pertama. Khilafah Utsmaniyah mengalami kekalahan melawan sekutu. Saat itulah Negara Adidaya (Khilafah) resmi terpecah belah.

Negara-negara Barat mengerahkan segenap upaya untuk meruntuhkan negara Islam, sehingga upaya pelemahan potensi bangkitnya negara adidaya tersebut masif dilakukan.Inilah alasan mendasar pendirian Negara Israel oleh Inggris, lalu dibesarkan oleh AS. Ini semata untuk menjamin kepentingan mereka di Timur Tengah yaitu kepentingan ekonomi dan ideologinya. Sedangkan kepentingan terbesar mereka adalah menghalangi tegaknya kembali Khilafah Islam yang telah terbukti keperkasaannya itu.

Allah Azza wa Jalla berfirman, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allâh itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah:120)

Kejayaan Islam sudah terkenal dahulu lebih dari 13 abad. Dalam sejarah peradabannya, Islam menjadi rahmatan lil alamin. Kekuatan negara khilafah pun ditakuti oleh musuh – musuh Islam. Sehingga wajar jika umat rindu akan tegaknya khilafah. Seperti halnya rakyat Palestina butuh perlindungan negara dari kebengisan penjajah Israel. Kekuatan negara Khilafah pun ditakuti oleh musuh – musuh Islam.

Sudah jelas Israel telah merebut kemerdekaan rakyat Palestina, bertindak sewenang-wenang merebut wilayah dan membunuh rakyat Palestina. Jika umat Islam diam, mereka berdosa. Karena perumpamaan kaum muslimin dalam urusan kasih sayang dan tolong-menolong bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka menjalarlah penderitaan itu ke seluruh badan hingga tidak dapat tidur dan terasa panas.
Sungguh umat islam telah lupa pesan dari teladan mereka, karena kecintaan pada dunia yang telah membela sekutu kaum kafir.

Musuh – musuh Islam akan terus ada jika kita tak akan membuka diri dan kembali kepada syariat Islam. Karena senjata mereka ampuh dengan menyebarkan ide – ide Islampobia seperti radikalisme, nasionalisme, pluralisme. Semua ini mampu memecah belah umat jika tak mau berbenah. Sebaliknya dengan penerapan syariat Islam oleh khilafah, kaum muslimin akan mandiri, bebas dari utang penjajah. Mereka juga mampu menolong Palestina dari invasi Israel dan sekutunya.

Oleh karena itu, berharap pertolongan dari kaum kafir sangatlah mustahil. Hanya Allah Swt. yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi makhluk-Nya. Tentu saja yang terbaik itu adalah syariat Islam kafah dalam naungan Khilafah Islam ‘ala minhaji nubbuwah.

Wallahu a’lam Bishawwab.