Oleh : Yusi Atmahadi Sandini

Memasuki akhir pekan, kondisi cuaca di Jawa Barat hampir secara keseluruhan dilanda hujan intensitas sedang. Hujan yang mengguyur di sejumlah wilayah kerap berpotensi timbulnya bencana banjir, termasuk beberapa daerah di Bandung. Hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kota dan kabupaten Bandung pada Sabtu, 9 Januari 2021 sore.

Banjir tak dipungkiri lagi di saat musim penghujan tiba. Di beberapa daerah Kabupaten Bandung di Sungai Cikeruh memang terjadi sedimentasi yang cukup tebal yang tingginya menutupi setengah kedalaman sungai. Dengan kondisi tersebut, secara otomatis ketika meluapnya air yang disertai tumpukan sampah yang akhirnya mengakibatkan terjadinya sumbatan terhadap jembatan yang cukup landai ketinggiannya.

Banjir luapan air di Sungai Cikeruh sering terjadi saat musim hujan tiba dan permasalan ini sampai sekarang belum bisa diselesaikan dan tidak bisa diatasi oleh negara khususnya di daerah yang sering terkena banjir. Sebenarnya curah hujan hanyalah salah satu faktor utama dipengaruhi oleh dukungan lingkungan.

Kerusakan lingkungan sungai, di hulu dan hilir, juga aliran sungai berpengaruh besar atas terjadinya banjir dan memperbesar skala dampaknya. Persoalannya tanah lahan yang tinggi hingga semakin berkurangnya efektifitas aliran sungai menjadi faktor yang memperburuk musibah banjir. Akibatnya, ketika memasuki musim hujan, banjir tidak bisa dihindari.

Untuk mengatasi banjir dan genangan, Islam tentu saja memiliki kebijakan canggih dan efisien. Pada kasus banjir yang disebabkan karena keterbatasan daya tampung tanah terhadap curahan air, baik akibat hujan, gletsyer, rob, dan lain sebagainya, maka Islam akan menempuh upaya-upaya membangun bendungan-bendungan yang mampu menampung curahan air dari aliran sungai, curah hujan, dan lain sebagainya.

Di masa keemasan Islam, bendungan-bendungan dengan berbagai macam tipe telah dibangun untuk mencegah banjir maupun untuk keperluan irigasi. Di Provinsi Khuzestan, daerah Iran selatan misalnya, masih berdiri dengan kokoh bendungan-bendungan yang dibangun untuk kepentingan irigasi dan pencegahan banjir. Bendungan-bendungan tersebut di antaranya adalah bendungan Shadravan, Kanal Darian, Bendungan Jareh, Kanal Gargar, dan Bendungan Mizan.

Namun, suatu bencana tersebut tidak akan datang
secara tiba-tiba, melainkan diundang oleh tangan manusia itu sendiri. Sebagaimana dalam Al Quran Surat Ar-Rum ayat 41.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Oleh karena itu, saatnya negeri ini taat pada syariat Islam secara totalitas supaya terhindar dari bencana yang disebabkan oleh kemunkaran dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Ketaatan ini hanya bisa terwujud jika negeri ini bertaubat dan kembali menerapkan syariat Islam secara kaffah.