Oleh: Umi Rizkyi
Komunitas Setajam Pena

Menikah adalah hal sakral dan sunnatullah. Secara fitrah, mayoritas manusia ingin menikah. Lika liku pernikahan tak selalu mulus dan membahagiakan.

Namun, banyak penelitian membuktikan bahwa menikah itu menyenangkan dan membahagiakan.

Oleh karena itu, Islam mendorong umatnya agar segera menikah jika telah mampu. Menikah lebih berfaedah dan membahagiakan daripada melajang.

Beberapa faedah menikah adalah sebagai berikut:
Pertama, sehat fisik. Menikah biasanya akan membuat kehidupan seseorang akan lebih teratur. Sekuruh aktivitasnya akan diselaraskan dengan pasangannya. Sebab memiliki pasangan akan menjadi motivasi bagi dirinya dan pasangannya. Misalnya keduanya saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan, tidak begadang malam, makan tepat waktu dan lain-lain.

Kedua, mengurangi stress. Orang yang berumah tangga, akan cenderung lebih tenang dan tentram menjalani hidup. Karena pasangan itu sejatinya harus bekerja sama dan tidak memendam masalah yang dihadapi sendirian.

Jadikan pasangan sebagai tempat untuk berbagi, sebagai sahabat yang memikul beban bersama-sama.

Ketiga, mental akan lebih kuat. Ketika kita menikah, karakter asli pasangan akan muncul. Hal ini untuk menguji kondisi mental kita dan menyatukan perbedaan yang ada di antara pasangan. Seiring dengan perjalanan waktu, cobaan datang dan pergi silih berganti. Semua itu harus dilaluinya dengan berpikir positif dan saling pengertian.

Keempat, menikah akan menjadikan kualitas hidup lebih baik. Baik dari sisi ekonomi, moral, dan pendidikan. Kedua pasangan sama-sama belajar, berlomba-lomba dalam kebaikan dan meningkatkan amal saleh.

Kelima, kesehatan reproduksi terjaga. Salah satu tujuan menikah ialah untuk mendapatkan keturunan, mempertahankan jenisnya. Tujuan ini hanya sah dalam ikatan pernikahan. Saat ini banyak orang justru enggan menikah. Walhasil, mereka akhirnya melakukan seks bebas. Seiring dengan waktu yang berlalu, pergaulan bebas bisa berakibat pada kerusakan alat reproduksi manusia.

Pernikahan akan memupuk rasa kasih sayang di antara pasangan. Oleh karena itu, kesehatan reproduksi orang yang menikah lebih terjaga.

Keenam, menikah bisa mengawetkan usia. Dengan menikah, pasangan akan memiliki komunitas pergaulan yang lebih luas. Seperti pergaulan dengan keluarga, saudara, kerabat dan teman-teman pasangannya. Pergaulan luas ini akan menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawabnya kepada lingkungan sekitar. Secara tidak langsung, hal ini akan memperpanjang usia dalam makna kiasan.

Inilah faedah pernikahan dilihat dari sudut pandang kesehatan. Namun, menikah bukan semata-mata untuk menjaga kesehatan. Lebih dari itu, menikah bisa menjadi sarana untuk menjaga diri dan menyempurnakan ibadah kita kepada Allah.
Islam mendorong umatnya yang mampu agar segera menikah, bukan hidup melajang atau enggan menikah selamanya karena mengikuti gaya hidup. Sebab pada fakta yang kita temukan saat ini, gaya hidup melajang lebih banyak mendatangkan mudharat. Seperti pergaulan bebas, sifat egoisme dan lain sebagainya.

Wallahu a’lam bishawwab.