Oleh : Dedeh Jubaedah
Aktivis Muslimah Karawang

Tahun baru adalah tahun dimana banyak orang memiliki keinginan dan harapan yang tinggi, pergantian tahun menjadi suka cita dan kegembiraan bagi sebagiannya, seolah ketika pergantian tahun tiba maka itu awal dari kehidupan baru.

Kembang api, terompet dan pernak pernik lainnya dijadikan simbol mewakili perasaan bahagia mereka saat memasuki awal tahun yang dinantikan. Ya, bagi sebagian orang pergantian tahun menjadi momen yang tidak boleh terlewatkan begitu saja. Mereka Mempersiapkan segala sesuatunya seapik dan seindah mungkin.

Tetapi, mirisnya ketika tahun baru menjadi kebahagiaan bagi sebagian orang justru disisi yang berbeda tahun baru juga menjadi kesedihan dan duka bagi sebagian yang lain.

Saat pergantian tahun baru berjalan memasuki bulan kedua, tetapi bencana demi bencana saling beriringan minimap. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 263 bencana alam terjadi sepanjang 1 hingga 31 Januari 2021. Dimana bencana hidrometeorologi masih mendominasi jumlah bencana hingga akhir Januari tahun ini.(okezone, 1/02/2021)

Masih dari sumber yang sama, Catatan BNPB, sebanyak 167 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, tanah longsor 42, dan puting beliung 42. Bencana lainnya yang tercatat yaitu gelombang pasang 6 kejadian dan gempa bumi 5 kejadian.

Sementara itu, tiga Provinsi di Pulau Jawa yang tercatat paling banyak kejadian bencana terjadi di Jawa Tengah dengan 46 kejadian, di Jawa Timur dengan 42 kejadian, dan di Jawa Barat sebanyak 36 kejadian bencana.

Masih di Pulau Jawa, Provinsi Banten mencatat sebanyak 7 kejadian bencana, DKI Jakarta 1 kejadian, dan DI Yogyakarta sebanyak 0 kejadian bencana. Sehingga jika di total, di Pulau Jawa sana sudah terjadi sebanyak 132 kejadian bencana.

Dan tercatat sebanyak 51 kejadian bencana terjadi di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau, di Kalimantan 29 kejadian bencana, kemudian di Sulawesi terjadi 19 kejadian, di Bali terjadi 6 kali kejadian bencana, di Nusa Tenggara Barat sebanyak 15 kejadian, Nusa Tenggara Timur 4 kejadian, di Maluku dan Maluku Utara 3 kejadian, dan Papua terjadi 1 kali kejadian bencana.

Ada apakah dengan bumi kita? Sehingga bencana demi bencana, peristiwa demi peristiwa terus terjadi, mungkinkah sang pemilik alam semesta sedang marah pada kita tersebab begitu banyak kezaliman dimana-mana, kemaksiatan merajalela atau ini baru sebatas sapaan saja agar kita sebagai umat manusia mau berserah diri kepada tuhan yang maha esa,

Seperti yang sudah dijelaskan dalam firman-Nya:

QS. Ar-Rum Ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Semoga dipergantian tahun ini bisa menjadi muhasabah untuk kita bahwa ditahun baru ini bukan hanya dijadikan sebatas ajang berlomba-lomba untuk mencapai kehidupan dunia saja yang lebih baik tetapi juga untuk berlomba-lomba mencari pahala akhirat yang lebih banyak……

Wallahu Alam Bishawab